Suasana Kuliah Pakar Tamu di Ruang AVA-B IISIP Jakarta, terlihat Indah Cahyani Putri sebagai pembicara sedang memaparkan materinya di depan peserta kegiatan, Senin (25/05/2026). Foto: Muhamad Farhan

JAKARTA, IISIP – Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) melalui Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) bersama Program Studi Pascasarjana Ilmu Komunikasi, menggelar Kuliah Pakar Tamu Semester Genap 2025/2026 di Ruang AVA-B IISIP Jakarta pada Senin, (25/05/2026). 

Baca Juga:

“Tiga Program Studi IISIP Jakarta Gelar Seminar Bahas Kecakapan Komunikasi di Dunia Digital” https://share.google/FGVyQ3iOFkIHD95qj

Kegiatan ini mengangkat tema “Implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam Industri Event Organizer (EO)” yang kini semakin berkembang di era digital. Kuliah Pakar Tamu tersebut menghadirkan Koordinator PT Seequaes Park Indonesia sekaligus alumni IISIP Jakarta yakni Indah Cahyani Putri, S.Sos sebagai pembicara. Kemudian kegiatan ini juga dimoderatori oleh Ketua Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta Zahra Natty Fakhrana, S.IKom., M.IKom.

Melalui pemaparannya, Indah menjelaskan berbagai tahapan yang dinilai penting dalam pelaksanaan EO, mulai dari penyusunan proposal kegiatan, pengelolaan anggaran atau budgeting, hingga proses akhir pelaksanaan acara. Menurutnya, perkembangan teknologi AI memang membantu pekerjaan industri kreatif, namun tetap harus digunakan secara bijak dan tidak dijadikan satu-satunya acuan dalam bekerja.

“Menurut saya AI itu hanya sebagai peran pembantu saja, tidak bisa dijadikan sebagai patokan. Biasanya anak-anak Hubungan Masyarakat ini sering membuat rilisan mengenai jalannya event, kalau kita prompter ke AI kita harus koreksi kembali, karena bahasa yang digunakan AI itu kaku dan bahkan ada jebakan-jebakannya, jangan sampai kita terjebak dalam hal tersebut,” ujar Indah.

Ia juga menilai kreativitas manusia tetap menjadi faktor utama dalam dunia kerja, khususnya di bidang komunikasi dan EO. Sebab, hasil pekerjaan yang berasal dari ide dan pemikiran manusia lebih fleksibel untuk dikembangkan dibandingkan hasil yang sepenuhnya dibuat oleh AI.

Indah menambahkan bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses kerja, bukan menggantikan kreativitas seseorang. Hal tersebut dinilai agar mahasiswa tetap memiliki kemampuan berpikir kritis dan inovatif di tengah perkembangan teknologi digital.

Salah satu mahasiswa IISIP Jakarta, berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber saat kegiatan Kuliah Pakar Tamu berlangsung. Foto: Muhamad Farhan

Baca Juga:

“Bersama ECPAT Indonesia, FISIP IISIP Jakarta Edukasi Mahasiswa soal Keamanan Digital dan Eksploitasi Lewat Seminar” https://share.google/TtxE6dgON2sOqA8Xu

Kegiatan Kuliah Pakar Tamu ini berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa IISIP Jakarta. Sejumlah mahasiswa dari berbagai jurusan aktif mengajukan pertanyaan terkait penggunaan AI dalam industri komunikasi dan EO. 

Sedikitnya terdapat enam mahasiswa yang berkesempatan menyampaikan pertanyaan kepada narasumber dengan topik yang beragam. Diskusi tersebut menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya wawasan mahasiswa mengenai tantangan dan peluang penggunaan AI di dunia industri kreatif dan komunikasi modern.

Melalui kegiatan ini, IISIP Jakarta berharap mahasiswa dapat memahami perkembangan teknologi komunikasi secara lebih komprehensif. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu memanfaatkan AI secara tepat tanpa menghilangkan unsur kreativitas dan kemampuan berpikir kritis dalam dunia profesional. (Muhamad Farhan)