
Potret hewan kurban IISIP Jakarta yang akan disembelih dan disalurkan kepada masyarakat sekitar kampus melalui masjid dan mushola setempat. Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) akan melaksanakan tradisi penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kampus Tercinta dalam menjaga nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar kampus.
Badan Administrasi Umum (BAU) IISIP Jakarta Drs. Irwan Siregar, M.Ikom, menjelaskan bahwa tradisi pemotongan hewan kurban di lingkungan IISIP Jakarta telah berlangsung sejak 1985. Kegiatan tersebut dimulai setelah seluruh aktivitas sekretariat dan perkuliahan terpusat di Kampus IISIP Jakarta, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
“Pemotongan hewan kurban Yayasan Kampus Tercinta – IISIP Jakarta dilaksanakan sejak tahun 1985, setelah semua aktivitas sekretariat dan perkuliahan berpusat di Kampus IISIP Jakarta, Lenteng Agung, Jakarta Selatan,” ujar Irwan.

Potret hewan kurban IISIP Jakarta yang akan disembelih dan disalurkan kepada masyarakat sekitar kampus melalui masjid dan mushola setempat. Foto: Muhamad Farhan
Ia kembali mengatakan, setiap tahunnya Yayasan Kampus Tercinta IISIP Jakarta menyalurkan empat ekor kambing untuk masyarakat sekitar kampus. Hewan kurban tersebut dibagikan kepada masjid dan mushola yang berada di sisi timur, selatan, barat, dan utara kawasan kampus IISIP Jakarta.
Baca Juga:
“IISIP Jakarta Bersama Yayasan Bil Hal Jadid Gelar Shalat Idul Adha di Kampus Tercinta” https://share.google/oFnJ2ggZUiCYlU8IW
“Pemotongan hewan kurban tersebut merupakan itikad baik para pendiri Yayasan Kampus Tercinta IISIP Jakarta, dan tujuannya adalah ibadah sekaligus membina kebersamaan dengan dosen dan karyawan IISIP Jakarta serta menjalin dan membina hubungan baik (community relations) dengan warga sekitar kampus IISIP Jakarta,” katanya.
Idul Adha pada tahun ini, jumlah hewan kurban yang disalurkan IISIP Jakarta tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni empat ekor kambing. Konsistensi tersebut menunjukkan komitmen yayasan dalam mempertahankan tradisi berbagi kepada masyarakat sekitar kampus.
Selaku pihak BAU IISIP Jakarta Irwan juga menjelaskan bahwa hewan kurban dibeli oleh Yayasan Kampus Tercinta IISIP Jakarta, kemudian diatasnamakan kepada dosen dan karyawan secara bergiliran setiap tahunnya. Sistem tersebut dilakukan berdasarkan urutan senioritas dari dosen dan karyawan yang lebih senior hingga junior.
Empat nama tersebut yang mendapatkan giliran kurban, yaitu Muhammad Ikhwan Hakiki bin Rachmat, Mhd. Rohiyan Ansari bin Ristal Nasution, Suwardi bin Matsyarif, dan Muhammad Amar bin Afrizal. Penamaan ini menjadi bentuk partisipasi simbolis dosen dan karyawan dalam kegiatan ibadah kurban yang dilaksanakan yayasan.
Mengenai proses penyembelihan dan distribusi daging kurban, IISIP Jakarta menyerahkan pelaksanaannya kepada panitia kurban masjid dan mushola sekitar kampus. Yayasan Kampus Tercinta IISIP Jakarta bertugas membeli serta menyerahkan hewan kurban kepada masing-masing panitia di lingkungan sekitar kampus.
“Untuk Idul Adha 2026 ini, kurban dari Yayasan Kampus Tercinta IISIP Jakarta atas nama dosen dan karyawan IISIP Jakarta telah diserahkan ke masjid dan mushola sekitar kampus IISIP Jakarta, sebanyak empat ekor,” tutur Irwan.
Melalui kegiatan kurban tahunan ini, IISIP Jakarta tidak hanya menjalankan nilai ibadah keagamaan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar. Tradisi yang telah berlangsung lebih dari empat dekade tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam membangun kepedulian sosial dan menjaga keharmonisan dengan lingkungan sekitar kampus. (Muhamad Farhan)








