Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial IISIP Jakarta Perkuat Program Magang Industri untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa

Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial IISIP Jakarta, menjalani Program Magang Industri di Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan. Foto: Laras Weningtyas

JAKARTA, IISIP – Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), perkuat kualitas pelaksanaan Program Magang Industri berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi dengan mitra magang.

Baca Juga:

“Program Magang Industri IISIP Jakarta Menjadi Wadah Peluang Karier bagi Mahasiswa Kessos” https://iisip.ac.id/index.php/2026/03/07/program-magang-industri-iisip-jakarta-menjadi-wadah-peluang-karier-bagi-mahasiswa-kessos/

Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial IISIP Jakarta Nyala Candrika Tifani, S.Sos., M.Kesos., menilai pelaksanaan magang pada semester ini menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja di lapangan, tetapi juga mampu mengimplementasikan kompetensi akademik yang telah dipelajari selama perkuliahan.

“Pelaksanaan magang semester genap 2025-2026 tentu lebih baik, kami berproses setiap semesternya untuk menjadi lebih baik bagi mahasiswa, program studi, dan mitra magang. Setiap semester mahasiswa wajib mempelajari bidang tugas dan pekerjaan dari setiap lembaga yang kami tugaskan,” ujar Nyala.

Perlu diketahui, pada semester ini mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial IISIP Jakarta menjalankan Program Magang Industri di berbagai instansi, mulai dari Ruang Damai, Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan, dan ECPAT Indonesia. Penempatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan bidang pekerjaan sosial.

Melalui Program Magang Industri, mahasiswa juga menerapkan lima mata kuliah praktik secara terintegrasi. Kelima mata kuliah tersebut meliputi Praktik Manajemen dan Administrasi Pekerjaan Sosial, Analisis Masalah Sosial untuk Perencanaan Program Kerja, Pengelolaan Sumber Daya Organisasi, Penyusunan Program Intervensi, serta Implementasi Program Intervensi.

Sebagai ketua program studi Nyala menjelaskan bahwa implementasi kelima mata kuliah dilakukan melalui berbagai penugasan yang diberikan langsung oleh lembaga mitra. Mahasiswa dilibatkan dalam pengelolaan organisasi, pelaksanaan program, kegiatan riset, penyusunan proyek individu, hingga evaluasi program dengan pendampingan mentor dan dosen pembimbing.

“Mahasiswa mempraktikkan lima mata kuliah tersebut melalui penugasan-penugasan lembaga. Melalui mekanisme ini penerapan praktik lima mata kuliah sudah dijalankan dengan semestinya oleh mahasiswa,” jelasnya.

Nyala juga berharap kepada mahasiswa yang telah maupun akan mengikuti Program Magang Industri, agar bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk memperoleh pengalaman kerja dengan baik. Ia menegaskan bahwa kurikulum magang selama dua semester dirancang sebagai bekal agar lulusan memiliki kesiapan memasuki dunia profesional.

“Komitmen kami merancang kurikulum ini dengan seksama, untuk mempersiapkan mahasiswa siap kerja pada saat nanti lulus. Durasi dua semester untuk praktik magang industri kami harapkan cukup untuk mahasiswa memperoleh pengalaman kerja sebanyak-banyaknya,” tuturnya.

“Bagi mahasiswa yang akan magang industri, persiapkan diri dengan baik, kemudian mampu menentukan minat bidang pekerjaan yang diinginkan. Dalam proses seleksi di lembaga yang dituju, mahasiswa juga akan berkompetisi dengan mahasiswa magang dari program studi lain dan bahkan dari kampus lain,” pungkasnya.