Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), diberikan sertifikat penghargaan usai menjalani Program Magang Industri berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang telah mereka jalani selama satu semester di Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan. Foto: Muhamad Farhan

JAKARTA, IISIP – Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), paparkan hasil pelaksanaan Program Magang Industri berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang telah mereka jalani selama satu semester di Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2026). Pemaparan tersebut disampaikan oleh Hayfa Rinjani, Laras Weningtyas, Tazkia Al Ghifari dan dua Dyah Ayu Larasati.

Baca Juga:

“Tidak Hanya Belajar di Kelas, IISIP Jakarta Perkuat Kesiapan Kerja Mahasiswa Kessos Melalui Magang Industri” https://iisip.ac.id/index.php/2026/03/06/tidak-hanya-belajar-di-kelas-iisip-jakarta-perkuat-kesiapan-kerja-mahasiswa-kessos-melalui-magang-industri

Selama mengikuti program magang, mereka menerapkan lima mata kuliah praktik yang dirancang untuk memperkuat kompetensi akademik sekaligus memberikan pengalaman profesional di lapangan. Berbagai tugas yang dijalankan tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga mencakup analisis sosial, penyusunan program intervensi, hingga pelaksanaan kegiatan pendampingan kepada peserta didik.

Salah satu peserta magang Hayfa Rinjani, menjelaskan bahwa dirinya memperoleh pengalaman langsung dalam mengimplementasikan lima praktik mata kuliah selama menjalani magang di Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan. Menurutnya, setiap praktik memberikan pengalaman yang berbeda dan saling melengkapi dalam membangun kompetensi sebagai calon pekerja sosial.

“Dalam pelaksanaan Program Magang Industri ini, saya menjalani lima praktik mata kuliah. Pertama praktik manajemen dan administrasi, dalam praktik ini saya mendapatkan tugas untuk menyusun notulensi rapat, serta menginput dan memverifikasi data peserta didik,” jelasnya. 

“Kedua praktik analisis sosial. Pada praktik ini saya beserta tim melakukan observasi untuk mengetahui bagaimana perilaku dan karakteristik peserta didik, serta mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan mereka. Kemudian yang ketiga praktik pengelolaan sumber daya organisasi, dalam hal ini saya dan tim melakukan pendataan bagi siswa-siswi yang ingin meminjam buku-buku perpustakaan,” lanjut Hayfa. 

Tidak hanya berhenti pada tahap analisis, mereka juga diberikan kesempatan untuk menyusun program intervensi berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan peserta didik. Program tersebut kemudian diimplementasikan melalui kegiatan pendampingan yang melibatkan siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan dalam proses pembelajaran.

“Berikutnya yang keempat terdapat praktik program intervensi, yang dimana praktik ini saya dan tim mencoba menganalisis kebutuhan peserta didik dan membuat suatu program yakni kelas emosi,” ucapnya. 

“Dan yang terakhir terdapat praktik implementasi program intervensi, di sini kita menyampaikan materi serta mendampingi peserta didik dalam mengerjakan worksheet yang telah kami buat,” sambung Hayfa saat memaparkan pelaporan dari hasil progres kerjanya. 

Baca Juga: 

“Ilmu Kesejahteraan Sosial IISIP Jakarta Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Kurikulum MBKM” https://iisip.ac.id/index.php/2026/01/20/ilmu-kesejahteraan-sosial-iisip-jakarta-perkuat-kompetensi-mahasiswa-melalui-kurikulum-mbkm/

Empat mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), melakukan foto bersama usai memaparkan hasil pelaksanaan Program Magang Industri berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang telah mereka jalani selama satu semester di Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan. Foto: Muhamad Farhan

Selain melaksanakan lima praktik mata kuliah, Hayfa juga dipercaya membantu berbagai kegiatan operasional Sekolah Rakyat, khususnya pada bidang kehumasan. Pengalaman tersebut memberikan wawasan baru mengenai pentingnya dokumentasi dan publikasi sebagai bagian dari komunikasi lembaga pendidikan.

“Selain lima praktik yang sudah saya jelaskan sebelumnya, selama pelaksanaan magang ini saya juga bertugas untuk membantu operasional kegiatan sekolah rakyat dalam bidang kehumasan. Di sini saya sebagai tim dokumentasi kegiatan untuk mengabadikan momen-momen berupa foto dan video yang ditujukan sebagai publikasi sekolah rakyat,” pungkas Hayfa. 

Melalui Program Magang Industri berbasis MBKM, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial IISIP Jakarta diharapkan siap dalam menghadapi tantangan profesi dengan bekal kompetensi akademik, keterampilan praktis, serta pengalaman nyata dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat. (Muhamad Farhan)