
Potret sejumlah mahasiswa Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta yang berkesempatan menjalani Program Magang Industri di Pantau.com, dan mengelola suatu event. Foto: Chantika Desafa
JAKARTA, IISIP – Mahasiswa Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) Chantika Desafa, memperoleh pengalaman profesional melalui Program Magang Industri berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Pantau.com. Melalui program tersebut, Chantika bergabung sebagai anggota tim produksi dan terlibat secara langsung dalam berbagai tahapan pembuatan konten digital.
Baca Juga:
“Ingin Kuliah dengan Fasilitas Lengkap? IISIP Jakarta Punya Studio Podcast hingga Laboratorium Modern” https://iisip.ac.id/index.php/2026/07/01/ingin-kuliah-dengan-fasilitas-lengkap-iisip-jakarta-punya-studio-podcast-hingga-laboratorium-modern/
Program Magang Industri berbasis MBKM telah diterapkan IISIP Jakarta sejak 2020 sebagai upaya memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar di dunia kerja. Bersama program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teori di ruang kuliah, tetapi juga mengembangkan keterampilan teknis, profesional, dan kolaboratif sesuai kebutuhan industri media saat ini.
Sebagai salah satu mitra industri, Pantau.com memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami proses produksi konten digital secara menyeluruh. Media digital tersebut dikenal menyajikan berbagai informasi dan konten yang dikemas dalam format multimedia sehingga menuntut proses produksi yang terstruktur, mulai dari perencanaan, produksi, hingga publikasi dan evaluasi konten.
Dalam sidang pelaporan Program Magang Industri Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Chantika selaku mahasiswa magang industri Konsentrasi Ilmu JUrnalistik IISIP Jakarta memaparkan berbagai pengalaman yang diperolehnya selama menjalani magang. Ia menjelaskan bahwa setiap proses produksi di Pantau.com dilakukan secara sistematis dengan pembagian tugas yang jelas pada setiap tahapan.
“Di Pantau.com ini sebelum kita produksi konten, biasanya aku bertugas mulai dari tahapan awal seperti pra produksi. Jadi sebelum kita syuting harus menyiapkan alat-alat produksi mulai dari kamera, tripod, microphone, audio, dan lain-lain untuk kebutuhan produksi,” jelas Chantika saat memaparkan hasil proses magangnya.
Baca Juga:
“Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta, Pilihan Tepat Cetak Jurnalis Profesional di Era Media Digital” https://iisip.ac.id/index.php/2026/05/25/konsentrasi-ilmu-jurnalistik-iisip-jakarta-pilihan-tepat-cetak-jurnalis-profesional-di-era-media-digital/
Menurut Chantika, setelah seluruh kebutuhan produksi dipersiapkan, para tim produksi kemudian memasuki proses pengambilan gambar. Pada tahap tersebut, dirinya dipercaya untuk membantu kelancaran jalannya produksi melalui pengoperasian perangkat pendukung.
“Kemudian masuk ke tahap produksi. Sebenarnya saya sendiri itu biasanya bertugas untuk mengoperasikan prompter,” katanya.
Setelah proses pengambilan gambar selesai, pekerjaan berlanjut ke tahap pascaproduksi. Tahapan ini menjadi bagian utama untuk memastikan seluruh materi produksi tersusun rapi sebelum diproses oleh editor dan dipublikasikan.
“Terakhir masuk ke tahap pasca produksi. Biasanya setelah ini aku membuat salinan file mengenai hasil produksi untuk dipilah, setelah di sortir file ini aku kirimkan ke tim editor untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya,” tutur Chantika.
Selain terlibat dalam proses produksi, Chantika juga mendapatkan tanggung jawab dalam mendistribusikan konten kepada publik melalui platform digital. Pengalaman tersebut membuatnya memahami alur kerja media digital dari proses produksi hingga publikasi.
“Selain memproduksi konten, aku juga bertugas untuk mengupload konten-konten yang sudah kita buat ke YouTube. Biasanya dalam sehari itu bisa mencapai 10 konten,” katanya.
Tidak hanya berfokus pada produksi, Chantika juga dilibatkan dalam proses evaluasi performa konten. Melalui rapat rutin tersebut, ia mempelajari bagaimana media digital memanfaatkan data analitik sebagai dasar pengambilan keputusan editorial dan strategi pengembangan konten.
Pengalaman lain yang berkesan bagi Chantika adalah ketika diberikan kesempatan tampil sebagai pembawa acara dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan Pantau.com. Kesempatan tersebut menjadi sarana baginya untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
“Aku juga pernah berkesempatan menjadi host dalam suatu event yang dilaksanakan oleh Pantau.com, jadi tugas aku saat itu memandu jalannya acara agar sesuai dengan alur yang direncanakan,” ucapnya.
Pengalaman ini juga diharapkan dapat mampu membentuk lulusan yang tidak hanya menguasai teori jurnalistik, tetapi juga memiliki kompetensi produksi multimedia, manajemen konten digital, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika industri kreatif yang terus berkembang. (Muhamad Farhan)







