IISIP Jakarta Sesuaikan Kurikulum Magang dengan Kebutuhan Industri Media Digital

Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) sesuaikan kompetensi mahasiswa melalui praktik pengelolaan media sosial, hal ini dilakukan guna mengikuti perubahan pola distribusi informasi yang tidak lagi hanya mengandalkan media konvensional. Foto: Muhamad Farhan

JAKARTA, IISIP – Perkembangan industri media digital saat ini mendorong Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), untuk terus menyesuaikan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik. Salah satu bentuk penyesuaian tersebut diwujudkan melalui praktik pengelolaan media sosial yang menjadi pelengkap kompetensi jurnalistik selama Program Magang Industri.

Baca Juga:

“Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta, Pilihan Tepat Cetak Jurnalis Profesional di Era Media Digital” https://iisip.ac.id/index.php/2026/05/25/konsentrasi-ilmu-jurnalistik-iisip-jakarta-pilihan-tepat-cetak-jurnalis-profesional-di-era-media-digital/

Ketua Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta Rohmadtika Dita, S.Sos., M.Si., mengatakan kemampuan mengelola media sosial kini menjadi kebutuhan penting di dunia kerja. Hal tersebut sejalan dengan perubahan pola distribusi informasi yang tidak lagi hanya mengandalkan media konvensional.

“Mata Kuliah Praktik Pengelolaan Media Sosial merupakan bentuk penyesuaian terhadap perkembangan industri media saat ini. Mata kuliah disesuaikan juga dengan kebutuhan dan posisi mahasiswa magang di media maupun instansi,” katanya. 

Ia juga menjelaskan, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai keterampilan dalam mengelola konten digital. Mulai dari mengadaptasi berita menjadi konten media sosial, menyusun caption, menentukan visual yang menarik, hingga memahami strategi publikasi sesuai karakteristik setiap platform digital.

Baca Juga:

“Reputasi Baik, Lulusan Magang Industri Jurnalistik IISIP Jakarta Direkrut Media Nasional dan Digital” https://iisip.ac.id/index.php/2026/02/17/reputasi-baik-lulusan-magang-industri-jurnalistik-iisip-jakarta-direkrut-media-nasional-dan-digital/

“Mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan jurnalistik dasar, tetapi juga memahami bagaimana sebuah produk jurnalistik dapat dikemas dan didistribusikan secara efektif di era digital,” jelasnya. 

Meski demikian, Dita menegaskan bahwa praktik media sosial tidak menggantikan kompetensi dasar jurnalistik. Peliputan, wawancara, penulisan berita, serta proses editing tetap menjadi fondasi utama yang harus dikuasai oleh mahasiswa.

“Harapannya, lulusan Jurnalistik IISIP Jakarta memiliki kemampuan yang lebih adaptif dan siap menghadapi dinamika dunia kerja, di mana seorang jurnalis kini sering kali dituntut memiliki keterampilan multiplatform,” ungkapnya. 

Melalui penyesuaian kurikulum tersebut, IISIP Jakarta berharap dapat menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kebutuhan industri di media modern. Tidak hanya kompeten dalam menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga mampu mendistribusikan informasi secara efektif melalui berbagai platform digital. (Muhamad Farhan)