
Sejumlah siswi SMK Wisata Harapan Massa Depok aktif mengikuti games yang dirancang oleh tim PKM IISIP Jakarta, Rabu (10/6/2026). Foto: IISIP Jakarta
DEPOK, IISIP – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Generasi Peduli: Berani Menolong, Berani Melapor Terhadap Pelecehan Seksual” yang dilaksanakan mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) di SMK Wisata Harapan Massa Depok, mendapat respons positif dari para siswa. Kegiatan ini menghadirkan suasana edukatif sekaligus interaktif sehingga peserta dapat memahami isu tersebut secara lebih mendalam.
Baca Juga:
“IISIP Jakarta Gelar PKM di SDN 09 Lenteng Agung, Angkat Isu Bullying pada Anak Sekolah Dasar” https://iisip.ac.id/index.php/2025/12/13/iisip-jakarta-gelar-pkm-di-sdn-09-lenteng-agung-angkat-isu-bullying-pada-anak-sekolah-dasar/
Kegiatan PKM mahasiswa Kampus Tercinta yang didampingi dua dosen yakni Nyala Candrika Tifani, S.Sos., M.Kesos. dan Rohmadtika Dita, S.Sos., M.Si. tersebut, dirancang untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya keberanian bertindak dan melapor ketika menghadapi kasus pelecehan seksual. Berbagai metode pembelajaran diterapkan agar materi dapat diterima dengan baik oleh peserta.
Perwakilan pelaksana PKM Rhenata Indriyanti mengungkapkan, para siswa SMK Wisata Harapan Massa Depok menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Interaksi dua arah yang aktif menjadi salah satu indikator keberhasilan penyampaian materi kepada peserta.
“Antusiasme para pelajar sangat senang terhadap kampanye yang kami laksanakan, mulai dari interaksi 2 arah, praktik pelecehan seksual, sharing session jika terjadi pada dirinya, hingga main games bersama untuk mengetahui seberapa dalam mereka memahami penjelasan yang sedang kami sampaikan,” ungkap Rhenata.
Baca Juga:
“115 Siswa MTS Al Falah Jatiasih Antusias Ikuti PKM IISIP Jakarta soal Dampak Brain Rot” https://iisip.ac.id/index.php/2025/12/12/115-siswa-mts-al-falah-jatiasih-antusias-ikuti-pkm-iisip-jakarta-soal-dampak-brain-rot/
Menciptakan suasana yang nyaman, tim PKM IISIP Jakarta menerapkan pendekatan yang selaras dengan kehidupan remaja. Mereka mengawali kegiatan dengan percakapan ringan mengenai aktivitas sehari-hari siswa dan isu-isu yang sedang ramai diperbincangkan.
Tidak hanya itu saja, para mahasiswa juga melibatkan siswa secara langsung dalam simulasi sederhana mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual. Pendekatan tersebut membuat peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan berani mengemukakan pendapatnya.
“Selanjutnya saya menunjuk satu orang dengan mengubah nama dia, contoh refan saya panggil iwan, nah dari situ suasana mulai cair, lalu saya panggil satu orang untuk mempraktikan pelecehan seksual verbal, non verbal, dan online. Melihat dari peristiwa tersebut, para siswa sangat antusias untuk melihat praktiknya karena teman mereka sendiri yang praktik,” jelasnya.
Rhenata juga menuturkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum sosialisasi berlangsung, sebagian besar siswa hanya memahami pelecehan seksual dalam bentuk fisik atau tindakan menggoda.
Namun setelah mengikuti kegiatan, para siswa tidak hanya mengenal berbagai bentuk pelecehan seksual, tetapi juga memahami perbedaan antara dukungan kepada korban dan victim blaming. Mereka juga memperoleh informasi mengenai lembaga yang dapat menerima laporan serta prosedur pelaporan yang harus dilakukan.
“Sementara setelahnya para siswa mengetahui macam-macam pelecehan seksual, mereka mengetahui yang mana support dan yang mana victim blaming, mereka mengetahui agen untuk pelaporan pelecehan seksual, kemudian mereka mengetahui prosedur untuk melapor pelecehan seksual,” tutur Rhenata.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa IISIP Jakarta berharap kesadaran dan keberanian pelajar dalam menghadapi pelecehan seksual terus meningkat. Edukasi serupa juga diharapkan dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, peduli, dan bebas dari kekerasan seksual. (Muhamad Farhan)







