
Mahasiswa magang Program Studi Ilmu Hubungan Internasional IISIP Jakarta, berkesempatan mengikuti kegiatan penerimaan kunjungan dari Kedutaan Besar Iran di Gedung MUI. Foto: Ayu Inaayah
JAKARTA, IISIP – Sejumlah mahasiswa Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) menjalani sidang pelaporan hasil Program Magang Industri berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meeting, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi akhir mahasiswa setelah menjalani magang selama satu semester di berbagai mitra industri, salah satunya di Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Baca Juga:
“Magang di MUI, Mahasiswa Humas IISIP Jakarta Rasakan Lingkungan Kerja Religius dan Disiplin” https://iisip.ac.id/index.php/2026/04/13/magang-di-mui-mahasiswa-humas-iisip-jakarta-rasakan-lingkungan-kerja-religius-dan-disiplin/
Selama sidang tersebut berlangsung, para mahasiswa memaparkan berbagai capaian selama menjalani magang industri. Beragam praktik yang dipresentasikan meliputi penulisan konten, produksi pesan, layanan informasi, pengelolaan media sosial, hingga monitoring dan analisis media sebagai implementasi kompetensi kehumasan yang diperoleh selama perkuliahan.
Salah satu mahasiswa Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta Ayu Inaayah, menjelaskan bahwa dirinya mulai menjalani program magang pada 27 Februari 2026. Selama pelaksanaan magang, ia ditempatkan di bagian Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) MUI yang memberinya kesempatan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas kehumasan.
“Saya mulai magang pada tanggal 27 Februari 2026 dan diposisikan di bagian HLNKI,” ujar Ayu Inaayah.
Baca Juga:
“Relevansi Mata Kuliah Terbukti, Mahasiswa Humas Terapkan Ilmunya saat Magang di MUI” https://iisip.ac.id/index.php/2026/04/13/relevansi-mata-kuliah-terbukti-mahasiswa-humas-terapkan-ilmunya-saat-magang-di-mui/
Menurut Ayu, tantangan terbesar yang dihadapinya muncul pada masa-masa awal pelaksanaan magang. Ia harus menjalankan tugas sebagai operator rapat dalam kegiatan Sosialisasi yang diselenggarakan pada 2 Maret 2026, sehingga dirinya dituntut untuk mampu bekerja secara teliti dan profesional.
“Tantangan terbesar yang saya hadapi di awal magang adalah ketika menjadi operator rapat pada tanggal 2 Maret dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Wakaf Uang Bersama,” katanya.
Selain memperoleh pengalaman teknis, Ayu juga merasakan perbedaan yang cukup signifikan antara lingkungan perkuliahan dengan dunia kerja profesional. Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan berbagai pihak menjadi salah satu pembelajaran yang tidak didapatkan secara langsung di dalam kelas.
“Perbedaan yang paling terasa adalah dalam lingkungan sosial. Di dunia perkuliahan, interaksi cenderung terbatas pada teman-teman yang itu-itu saja. Sementara di dunia kerja khususnya di MUI, kami memiliki kesempatan untuk bertemu dengan berbagai tokoh penting, seperti duta besar dan pihak-pihak lainnya yang sebelumnya tidak pernah kami temui,” ungkapnya.
Ia juga menilai bahwa materi yang dipelajari selama perkuliahan memiliki keterkaitan erat dengan pekerjaan yang dijalankan selama magang. Kemampuan yang diperoleh di kampus dinilai sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan oleh mitra magang.
“Menurut saya, mata kuliah yang telah dipelajari di kampus sangat relevan dengan pelaksanaan magang. Hal ini terlihat dari kemampuan dalam membuat konten yang menarik, menyusun notulensi yang baik, serta bekerja sama dalam tim atau organisasi,” jelas Ayu.
Melalui Program Magang Industri berbasis MBKM, mahasiswa Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja secara langsung, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi profesional sesuai kebutuhan dunia industri. Sidang pelaporan hasil magang menjadi sarana untuk merefleksikan capaian pembelajaran sekaligus menunjukkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan studi. (Muhamad Farhan)







