Mahasiswa magang dari Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta, berkesempatan mengikuti kegiatan penerimaan kunjungan dari Kedutaan Besar Iran di Gedung MUI. Foto: Ayu Inaayah
JAKARTA, IISIP – Pengalaman magang menjadi salah satu tahapan bagi mahasiswa dalam mengenal dunia kerja secara langsung. Hal ini juga dirasakan oleh mahasiswa Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) Ayu Inaayah, yang menjalani program magang di Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Baca Juga:
“Mendengar Kisah Kaylca, Mahasiswa Humas IISIP Jakarta Jalani Magang di TSM Cibubur” https://share.google/ISzQ4bwJR2JDKiYii
Ayu menjelaskan bahwa dirinya mulai melaksanakan magang pada akhir Februari 2026 dengan penempatan di salah satu divisi strategis yakni Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI). Pengalaman awal Ayu sebagai mahasiswa magang di MUI, menjadi pintu masuk untuk memahami ritme kerja profesional yang berbeda dari kehidupan kampus.
“Saya mulai magang pada tanggal 27 Februari 2026 dan diposisikan di bagian HLNKI,” jelas Ayu.
Baca Juga:
“Cerita Tesalonika saat Perdana Magang di TSM Cibubur, Adaptasi Jadi Kunci Utama” https://share.google/65nFGdcm1UyjxpLdk
Lingkungan kerja di MUI memberikan kesan pertama yang cukup kuat bagi Ayu. Suasana yang religius dan disiplin menjadi ciri khas yang langsung dirasakan sejak hari pertama.
“Kesan pertama saya saat datang ke MUI adalah suasananya sangat berbeda dengan lingkungan kampus. Lingkungan kerja di MUI terasa lebih religius, misalnya dengan adanya kewajiban shalat berjamaah pada waktu Dzuhur dan Ashar. Selain itu, suasana kerja di MUI juga sangat disiplin, di mana kami diajarkan untuk bekerja secara cepat, tepat, dan tidak menunda-nunda pekerjaan,” katanya.
Tidak hanya itu, ia juga dihadapkan pada berbagai tantangan sejak awal magang. Salah satu tantangan terbesar adalah ketika harus terlibat langsung dalam kegiatan resmi MUI.
“Tantangan terbesar yang saya hadapi di awal magang adalah ketika menjadi operator rapat pada tanggal 2 Maret dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Wakaf Uang Bersama,” ungkap Ayu.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa program magang mampu memberikan pembelajaran secara nyata terkait dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya belajar secara teknis, tetapi juga memahami nilai-nilai profesionalisme dan tanggung jawab. (Muhamad Farhan)









