Potret Ani Ratnasari (dua dari kanan) mahasiswa Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta, berkesempatan melaksanakan Program Magang Industri di Owrite.id. Foto: Ani Ratnasari
JAKARTA, IISIP – Program Magang Industri berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terus menjadi sarana bagi mahasiswa Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), untuk mengembangkan kompetensi profesional sebelum memasuki dunia kerja. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas industri media sekaligus menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Baca Juga:
“Mahasiswa Jurnalistik IISIP Jakarta Dinilai Mampu Terapkan Kompetensi Perkuliahan Selama Magang Industri”
Salah satu mahasiswa yang mengikuti program tersebut adalah Ani Ratnasari. Pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Ani menjalani magang di media daring Owrite.id dan bergabung dalam tim redaksi sesuai dengan bidang yang diminatinya.
Ani mengungkapkan bahwa dirinya memilih bergabung di tim redaksi karena ingin mengembangkan kemampuan jurnalistik yang selama ini menjadi fokus utamanya. Kesempatan tersebut juga diperolehnya melalui rekomendasi dari Ketua Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta.
“Kebetulan aku semester ini berkesempatan magang di Owrite.id pada bagian tim redaksi, karena menurutku passion ku ada di sana,” ujar Ani.
Menurut Ani, Owrite.id merupakan media yang relatif baru, tetapi memiliki sistem kerja yang tertata dengan baik. Selain itu, karakter pemberitaan yang netral membuatnya lebih leluasa mengembangkan kemampuan menulis sekaligus mengeksplorasi isu-isu yang diminatinya.
“Sebenarnya Owrite.id ini termasuk media baru ya, dan memang ini rekomendasi dari mba Dita (Ketua Konsentrasi Ilmu Jurnalistik). Tapi menurutku tempat magang ini oke sih, secara struktur kerja dan jobdesk sangat bagus. Ditambah ini media baru dan pemberitaannya netral, jadi aku bisa bebas mengekspresikan tulisanku dan mencari minat tulisanku di sini,” katanya.
Selama menjalani magang, Ani bertugas sebagai reporter di tim redaksi. Setiap hari ia memiliki target menulis lima berita dengan memilih berbagai isu yang sedang berkembang di masyarakat.
Selama proses penyusunan berita, Ani memulai pekerjaannya dengan memantau tren melalui Google Trends, kemudian mengumpulkan informasi dari berbagai sumber sebelum menulis berita. Ia juga rutin berdiskusi dengan asisten redaktur yang merupakan alumni IISIP Jakarta, sehingga proses belajar selama magang terasa lebih nyaman.
“Karena di tim redaksi, ya aku sebagai reporter. Setiap hari aku selalu punya target tulisan yaitu lima dengan beragam isu yang bisa aku pilih. Biasanya di awal aku cek Google Trends, lihat yang sedang tren, habis itu mulai cari informasi dari berbagai sumber lalu menulis beritanya. Kadang aku juga suka diskusi sama asisten redaktur dan mereka adalah lulusan IISIP juga, jadi aku merasa nyaman waktu mau mengajukan soal isu,” jelasnya.
Ani juga menilai materi yang dipelajari selama kuliah sangat membantu ketika diterapkan di dunia kerja. Tidak hanya keterampilan teknis jurnalistik, tetapi juga pembentukan karakter, pola pikir, kemampuan beradaptasi, serta kedisiplinan yang diperoleh selama mengikuti berbagai mata kuliah.
Ia menyebut mata kuliah seperti Reportase, Jurnalistik Multimedia, hingga Komunikasi Visual, memberikan bekal yang kuat untuk menjalankan tugas sebagai reporter.
“Kalau tanya penulisan berita, foto, dan lain-lain itu pasti sangat membantu dan tidak perlu diragukan lagi. Tapi menurutku mata kuliah di kelas itu juga membentuk mindset dan mental yang sangat berguna saat aku ingin melakukan liputan di lapangan dan wawancara via telepon dengan narasumber,” tuturnya.
Selain memperoleh pengalaman teknis, Ani juga mengaku mendapatkan keterampilan baru yang belum pernah dipelajari di bangku kuliah. Salah satunya adalah kemampuan berkomunikasi dengan narasumber melalui wawancara via telepon yang menjadi bagian dari pekerjaannya selama magang.
“Tentunya ada, tapi ini lebih ke soft skill sih. Aku banyak belajar mengenai cara komunikasi dengan narasumber waktu wawancara lewat telepon. Awalnya masih kaku waktu pertama kali telepon narasumber dan follow up, tapi dengan arahan dan tips dari asisten redaktur, perlahan menurutku cara komunikasiku sudah lumayan bagus dan bertahap membaik,” ungkapnya.
Sebagai mahasiswa magang, Ani juga mengakui bahwa Program Magang Industri memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa Jurnalistik IISIP Jakarta, terutama dirinya. Selain memperoleh pengalaman kerja, mahasiswa juga dapat memperluas relasi profesional, menemukan bidang yang sesuai dengan minat, hingga membuka peluang karier setelah lulus.
Pengalaman tersebut juga membuat Ani merasa lebih siap menghadapi dunia kerja. Menurutnya, kesempatan ditempatkan di bidang yang sesuai dengan minat akan membantu mahasiswa menentukan arah karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Ani juga memberikan pesan kepada mahasiswa IISIP Jakarta yang akan mengikuti Program Magang Industri pada semester berikutnya. Ia mengajak mahasiswa untuk tetap bersemangat dan memanfaatkan setiap kesempatan magang sebagai proses belajar.
“Tetap semangat buat teman-teman semua. Mungkin kalian merasa penempatan magang kalian tidak sesuai dengan passion ataupun minat kalian, atau bahkan lingkungan magangnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Tapi mari kita lihat semua itu sebagai pengalaman, pertimbangan, dan gambaran seperti apa dunia kerja yang kalian hadapi kedepannya. Gunakan kesempatan yang sebentar ini untuk sebanyak-banyaknya membangun relasi serta menggali ilmu dan pengalaman sedalam-dalamnya, karena kita tidak akan tahu jalan ke depan seperti apa. Semoga kesempatan ini juga bisa jadi jalan karier teman-teman semuanya. Semangat!” pungkasnya. (Muhamad Farhan)








