
Potret pelaksanaan sidang skripsi Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta yang berlangsung di ruang kelas 2.A2 IISIP Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Ketua Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) Rohmadtika Dita, S.Sos., M.Si. mendorong mahasiswa agar hasil penelitian skripsi tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, dunia industri media, serta pengembangan ilmu komunikasi. Upaya tersebut dilakukan dengan mengarahkan mahasiswa memilih topik penelitian yang relevan dengan isu-isu aktual dan mendorong publikasi hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah.
Baca Juga:
“Mahasiswa IISIP Jakarta Lengkapi Berkas Administrasi sebagai Persiapan Ujian Sidang Skripsi” https://iisip.ac.id/index.php/2026/07/17/mahasiswa-iisip-jakarta-lengkapi-berkas-administrasi-sebagai-persiapan-ujian-sidang-skripsi/
“Sebagai Ketua Konsentrasi Ilmu Jurnalistik, saya memandang bahwa skripsi seharusnya tidak berhenti sebagai syarat akademik untuk memperoleh gelar sarjana. Penelitian mahasiswa perlu diarahkan agar mampu memberikan kontribusi nyata, baik bagi pengembangan ilmu komunikasi, praktik jurnalistik, maupun penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat dan industri media,” ujar Dita.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah topik yang didorong meliputi pembingkaian berita, etika jurnalistik, disinformasi, transformasi digital media, literasi media, hingga pemanfaatan teknologi dalam praktik jurnalistik. Topik tersebut dinilai sesuai dengan tantangan dunia komunikasi yang terus berkembang.
Selain menghasilkan karya ilmiah yang dapat diterapkan, mahasiswa juga didorong untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk artikel ilmiah. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan.
“Kami juga mendorong mahasiswa agar hasil penelitiannya dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah, tujuannya agar hasil penelitian tidak hanya tersimpan di perpustakaan, tetapi dapat diakses dan memberikan dampak yang lebih luas,” jelasnya.
Menurut Dita, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga mampu memberikan jawaban dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara dunia akademik dan industri menjadi salah satu aspek dalam pengembangan kualitas penelitian mahasiswa. (Muhamad Farhan)








