Nadira Fairus Syafra Wisudawati IISIP Jakarta Raih Cumlaude dengan IPK Tertinggi

Nadira Fairus Syafra wisudawati Konsentrasi Ilmu Periklanan IISIP Jakarta, berhasil meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85 dan menyelesaikan pendidikan sarjana dalam waktu 3,5 tahun. Foto: Muhamad Farhan

DEPOK, IISIP – Wisudawati Konsentrasi Ilmu Periklanan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), Nadira Fairus Syafra berhasil meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dalam waktu 3,5 tahun dan resmi diwisuda pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di The Hall Pesona Khayangan, Depok, Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga:

“Wisudawati IISIP Jakarta Raih Predikat Cum Laude Dengan IPK Tertinggi di Wisuda Semester Genap 2023/2024” https://iisip.ac.id/index.php/2025/02/03/wisudawati-iisip-jakarta-raih-predikat-cum-laude-dengan-ipk-tertinggi-di-wisuda-semester-genap-2023-2024/

Pencapaian tersebut menjadi momen membanggakan bagi Nadira, terlebih selama menyelesaikan studinya ia juga harus menjalani kegiatan Magang Industri. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan dalam waktu 3,5 tahun sekaligus meraih predikat cumlaude menjadi pengalaman yang membahagiakan.

“Pastinya senang, apalagi ketika skripsi aku itu sambil magang industri juga kan, dan ternyata aku bisa jalani ini semua hanya dengan waktu 3,5 tahun dan mendapatkan cumlaude,” ujar Nadira.

Selama menjalani perkuliahan di IISIP Jakarta, Nadira mengaku tidak menghadapi tantangan yang terlalu berat. Ia menilai dukungan dan bimbingan dari para dosen menjadi salah satu faktor yang membantunya dalam memahami berbagai materi perkuliahan dan menyelesaikan proses akademik.

“Aku rasa tidak ada ya, karena dosen-dosen di sini sangat membimbing sekali walaupun kita tidak bisa dan itu akan dikasih tahu semuanya. Jadi aku rasa baik-baik saja,” katanya.

Selain bimbingan dari dosen, pengalaman belajar di IISIP Jakarta juga menjadi hal yang berkesan bagi Nadira. Ia menyebut proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu melalui kegiatan praktik, termasuk ketika menjalani Program Magang Industri.

“Balik lagi ke dosen ya, karena kita belajar tidak hanya teori tetapi praktik juga, jadi ketika selama kita magang semua ilmu yang kita dapatkan bisa diterapkan, dan ini sangat berguna sekali,” tuturnya.

Menurut Nadira, pengalaman tersebut memberikan bekal yang bermanfaat bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja. Pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan magang sehingga mahasiswa memiliki pengalaman untuk menghubungkan teori dengan praktik di lapangan.

Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Nadira memilih untuk terlebih dahulu berfokus pada pekerjaan yang saat ini sedang dijalaninya. Sementara itu, rencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister masih menjadi pertimbangan untuk masa mendatang.

“Untuk melanjutkan jenjang magister mungkin nanti dipikirkan kembali ya, tetapi yang pasti karena aku saat ini lagi bekerja, jadi aku akan fokuskan pekerjaan aku terlebih dahulu,” tukasnya.