
Potret pelaksanaan sidang skripsi Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta yang berlangsung di ruang kelas 2.A2 IISIP Jakarta, Senin (3/8/2026). Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Sejumlah mahasiswa Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) melaksanakan sidang skripsi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Penelitian mengenai pembingkaian berita atau framing media menjadi tema yang paling banyak diangkat mahasiswa, karena topik tersebut dinilai mencerminkan perkembangan dunia komunikasi dan media yang terus mengalami perubahan akibat transformasi digital.
Baca Juga:
“Mahasiswa IISIP Jakarta Lengkapi Berkas Administrasi sebagai Persiapan Ujian Sidang Skripsi” https://iisip.ac.id/index.php/2026/07/17/mahasiswa-iisip-jakarta-lengkapi-berkas-administrasi-sebagai-persiapan-ujian-sidang-skripsi/
Ketua Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta Rohmadtika Dita, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa objek penelitian mahasiswa cukup beragam. Mahasiswa mengkaji pemberitaan politik, kebijakan publik, isu sosial, lingkungan, hingga berbagai fenomena yang berkembang di media digital.
“Pada semester ini, topik yang paling banyak diangkat oleh mahasiswa berkaitan dengan bagaimana media membingkai (framing) berbagai isu yang berkembang di masyarakat,” ujar Dita.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menganalisis isi berita, tetapi juga membandingkan bagaimana media massa membangun realitas melalui sudut pandang, pemilihan narasumber, penggunaan diksi, dan penonjolan aspek tertentu dalam pemberitaan. Pendekatan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengkaji praktik jurnalistik secara kritis.
“Kemampuan untuk menganalisis framing berita menjadi sangat penting agar mahasiswa tidak hanya memahami isi berita, tetapi juga mampu mengkaji proses konstruksi realitas yang dilakukan media serta dampaknya terhadap persepsi publik,” katanya.
Dita juga menilai kecenderungan penelitian tersebut sangat relevan dengan perkembangan industri media saat ini. Persaingan antar platform media membuat setiap institusi memiliki strategi editorial yang berbeda dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Melalui penelitian tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu komunikasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap praktik jurnalistik yang lebih berkualitas. Hasil penelitian tersebut juga dapat menjadi referensi bagi akademisi maupun pelaku industri media dalam menghadapi tantangan komunikasi digital. (Muhamad Farhan)








