
HIMAHI IISIP Jakarta gelar IISIP MUN 2026 di Ruang AVA-B IISIP Jakarta, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu wadah pengembangan akademik sekaligus peningkatan keterampilan diplomasi bagi mahasiswa. Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Kegiatan IISIP Model United Nations (MUN) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional (HIMAHI) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), menjadi wadah mahasiswa untuk mengasah kemampuan diplomasi, negosiasi, dan public speaking. Kegiatan yang berlangsung di Ruang AVA-B IISIP Jakarta tersebut menghadirkan simulasi sidang internasional dengan tema “Ketahanan Energi”.
Baca Juga:
“‘Delegasi Indonesia’ Raih Predikat Terbaik di IISIP MUN 2026, Tekankan Pentingnya Peran Negara Netral” https://share.google/KZ9JsPGIfk4zcUqlL
Salah satu peserta terbaik dari delegasi Amerika Serikat Rachelia Putriyadi, menilai kemampuan public speaking merupakan elemen penting dalam kegiatan MUN. Menurutnya, cara penyampaian argumen dapat mempengaruhi jalannya negosiasi dan diplomasi antar negara.
“Menurut saya, public speaking sangat penting dalam kegiatan MUN karena cara penyampaian argumen dapat mempengaruhi jalannya diplomasi dan negosiasi. Namun, kemampuan berbicara juga harus diimbangi dengan pemahaman isu, riset yang baik, dan kemampuan bekerja sama dengan delegasi lain,” ujarnya.
Selain kemampuan berbicara, Rachelia menilai persiapan data dan pemahaman isu internasional menjadi tantangan utama sebelum mengikuti simulasi MUN. Ia harus mempelajari berbagai aspek terkait konflik Iran-Israel, dan keamanan energi global untuk memperkuat posisi delegasi Amerika Serikat.
“Tantangan terbesar bagi saya adalah memahami posisi Amerika Serikat secara objektif dalam isu yang cukup sensitif seperti konflik Iran-Israel dan keamanan energi global. Saya harus mempelajari kebijakan luar negeri Amerika Serikat, hukum internasional, hingga dampak konflik terhadap stabilitas energi dunia,” katanya.
Baca Juga:
““Delegasi Rusia” Raih Predikat Terbaik di IISIP MUN 2026, Soroti Pentingnya Diplomasi dan Ketahanan Energi” https://share.google/O5Im54c82FtDlYLDO
Rachelia juga mengajak mahasiswa untuk tidak takut mencoba mengikuti kegiatan IISIP MUN meskipun belum memiliki pengalaman. Menurutnya, IISIP MUN menjadi tempat belajar yang efektif untuk melatih pola pikir kritis dan keterampilan diplomasi.
“Jangan takut mencoba meskipun belum memiliki banyak pengalaman. MUN adalah tempat untuk belajar berpikir kritis, public speaking, dan diplomasi. Menurut saya, yang paling penting adalah kemauan untuk belajar dan berani berkontribusi dalam diskusi,” tuturnya.
Ia juga berharap penyelenggaraan IISIP MUN berikutnya dapat berkembang menjadi kegiatan tahunan yang lebih besar dan menghadirkan lebih banyak peserta. Selain itu, ia juga berharap forum diskusi yang disediakan semakin interaktif sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman diplomasi internasional yang lebih mendalam.
“Karena ini merupakan penyelenggaraan IISIP MUN yang pertama, saya berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang lebih besar ke depannya. Saya juga berharap IISIP MUN berikutnya dapat menghadirkan lebih banyak delegasi, topik internasional yang relevan, serta ruang diskusi yang semakin interaktif bagi para peserta untuk belajar diplomasi dan kerja sama internasional,” pungkasnya. (Muhamad Farhan)







