
HIMAHI IISIP Jakarta gelar IISIP MUN 2026 di Ruang AVA-B IISIP Jakarta, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu wadah pengembangan akademik sekaligus peningkatan keterampilan diplomasi bagi mahasiswa. Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional (HIMAHI) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP Jakarta) menggelar kegiatan IISIP Model United Nations (MUN) 2026 di Ruang AVA-B IISIP Jakarta pada Rabu, (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu wadah pengembangan akademik sekaligus peningkatan keterampilan diplomasi bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) IISIP Jakarta.
Baca Juga:
“Catat Tanggalnya! HIMAHI IISIP Jakarta akan Gelar IISIP MUN 2026, Bahas Ketahanan Energi” https://share.google/NR8Zr45wr4H7NGLyQ
IISIP MUN 2026 mengusung tema “Ketahanan Energi” yang dinilai relevan dengan dinamika global saat ini. Melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), para peserta diajak untuk memahami berbagai persoalan hubungan internasional secara lebih mendalam dan aplikatif.
Selama kegiatan tersebut berlangsung, para mahasiswa berperan sebagai delegasi negara yang menyampaikan pandangan, melakukan negosiasi, hingga menyusun resolusi layaknya sidang resmi PBB. Simulasi ini juga dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi diplomatik, dan keterampilan public speaking peserta.

Suasana pelaksanaan IISIP MUN 2026 yang digelar HIMAHI IISIP Jakarta di Ruang AVA-B IISIP Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto: Muhamad Farhan
Baca Juga:
“HIMAHI IISIP Jakarta Gelar HI Sport, Wadah Refreshing dan Pererat Kebersamaan Mahasiswa HI” https://share.google/5IRPC5OQVRI8BQNd3
Ketua Pelaksana IISIP MUN 2026 Muhammad Iqbal Dzikrullah, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman diplomasi secara langsung kepada mahasiswa. Menurutnya, isu ketahanan energi dipilih karena memiliki kaitan erat dengan kondisi geopolitik internasional yang sedang berkembang.
“Jadi MUN ini kita buat untuk mahasiswa bisa melakukan berdiplomasi atau bernegosiasi antar negara, yang dimana kita membahas satu konflik Israel-Iran yang menyebabkan ketidakstabilan energi global,” ujar Iqbal.
Selain memperdalam pemahaman mengenai isu internasional, kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam pengembangan keterampilan individu mahasiswa. Kemampuan berbicara di depan umum dan berpikir kritis menjadi salah satu fokus utama yang ingin dibangun melalui simulasi tersebut.
“Tentu manfaat utama yang bisa mereka raih terdapat pada public speaking mereka ya, kemudian bagaimana mereka bisa berpikir kritis untuk mengatasi suatu hal,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan IISIP MUN 2026, Iqbal berharap para mahasiswa dapat semakin siap untuk menghadapi tantangan diplomasi global di masa mendatang. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kampus Tercinta dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang hubungan internasional.
“Semoga mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional IISIP Jakarta bisa lebih berdiplomasi dan bernegosiasi,” tutup Iqbal. (Muhamad Farhan)








