BEM IISIP Jakarta Gelar Workshop Mobile Photography, Mahasiswa Dilatih Bangun Kepekaan Visual

Sejumlah mahasiswa IISIP Jakarta melakukan foto bersama, usai pelaksanaan Workshop Project Morphy yang digelar BEM IISIP Jakarta di Ruang AVA-B IISIP Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: Muhamad Farhan

JAKARTA, IISIP – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) menggelar Workshop Project Morphy bertajuk “The Photographer’s Eye: Melatih Sensing Fotografi dengan Smartphone” di Ruang AVA-B IISIP Jakarta pada Kamis, (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan fotografi, dengan memanfaatkan smartphone sebagai media utama dalam menghasilkan karya visual kreatif.

Baca Juga:

“Peduli Bencana Sumatera, BEM IISIP Jakarta Kumpulkan dan Salurkan Donasi” https://share.google/Z2hShbG1M9zzvtP0p

Workshop tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai teknik dasar fotografi, sekaligus melatih kepekaan visual mahasiswa dalam melihat sudut pandang artistik melalui kamera ponsel. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teknis pengambilan gambar, tetapi juga memahami nilai seni dan kreativitas dalam sebuah foto.

Ketua Pelaksana Project Morphy Kevin Dwiputra mengatakan bahwa workshop ini dilatarbelakangi oleh kedekatan mahasiswa dengan penggunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan fotografi tanpa harus menggunakan perangkat profesional.

Baca Juga:

“Berdampak Positif, Wilda Anggota Divisi Kemendagri BEM IISIP Jakarta Berharap Program BERDAYA Jadi Agenda Rutin” https://share.google/IbW5XGwwZ8W2HC4f9

“Saya melihat bahwa kita di sini masih belajar dalam hal fotografi, begitupun dengan saya, dan kita juga dekat dengan smartphone. Jadi kenapa kita tidak kombinasikan saja, karena menurut saya tools yang ada di kamera itu tidak harus seperti alat profesional, di smartphone pun kita bisa menghasilkan foto yang bagus,” ujar Kevin.

Menteri Komunikasi dan Digital BEM IISIP Jakarta ini juga menjelaskan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan. Menurutnya, koordinasi dan perencanaan matang menjadi salah satu faktor utama agar workshop dapat berjalan sesuai rencana.

“Untuk persiapan kita sudah bicarakan dari tiga bulan sebelumnya, hingga sampai hari pelaksanaan kita bisa eksekusi semuanya,” katanya.

Melalui workshop ini, Kevin berharap mahasiswa yang hadir dapat semakin menyadari bahwa fotografi bukan sekadar aktivitas dokumentasi, tetapi juga memiliki nilai seni dan potensi ekonomi. Kegiatan ini juga menjadi motivasi mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan visual dan kreativitas mereka di era digital.

“Harapannya sih ketika mereka selesai dari workshop ini bisa lebih punya rasa bahwa ini tuh sebuah karya, ada seninya, nilai jualnya,” tutup Kevin. (Muhamad Farhan)