
Potret Lelly Andriasanti, S.Sos., M.Si. berikan paparan mengenai peluang menjadi entrepreneur kepada mahasiswa IISIP Jakarta, di kegiatan Kuliah Pakar Tamu FIA IISIP Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) menggelar Kuliah Pakar Tamu bertema “Meraih Peluang Profit Menjadi Digital Entrepreneur (Afiliator)” di Ruang AVA-B IISIP Jakarta pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami peluang bisnis digital yang semakin berkembang, khususnya melalui program afiliasi dan pembuatan konten di media sosial.
Baca Juga:
“Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis IISIP Jakarta, Pilihan Tepat untuk Menjadi Profesional dan Entrepreneur Masa Depan” https://iisip.ac.id/index.php/2026/05/28/program-studi-ilmu-administrasi-bisnis-iisip-jakarta-pilihan-tepat-untuk-menjadi-profesional-dan-entrepreneur-masa-depan/
Kegiatan ini menghadirkan seorang narasumber yang memiliki latar belakang sebagai afiliator sekaligus content creator yakni Lelly Andriasanti, S.Sos., M.Si. Berdasarkan pemaparannya selama acara berlangsung, ia membagikan berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh mahasiswa untuk membangun karier sebagai digital entrepreneur sekaligus meningkatkan peluang memperoleh penghasilan melalui platform digital.
Lelly menjelaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan dalam membuat konten di platform Shopee Video maupun Live adalah menerapkan prinsip 3M, yaitu Menarik, Menghibur, dan Menjual atau Call to Action. Menurutnya, ketiga unsur tersebut menjadi faktor yang dapat meningkatkan daya tarik konten sekaligus mendorong audiens untuk melakukan tindakan yang diharapkan.
“Video dan audionya menarik, suaranya jelas, jadi seorang content creator dan afiliator tidak perlu cantik, yang terpenting adalah penjelasannya komunikatif, bahasa yang digunakannya juga enak didengar. Kalau target pasarnya seusia kalian (Gen Z) ya gunakan bahasa seperti kalian,” jelas Lelly dihadapan mahasiswa IISIP Jakarta.
Baca Juga:
“Program Magang Industri Ilmu Administrasi Bisnis IISIP Jakarta Jadikan Wadah Peluang Rekrutmen Mahasiswa” https://iisip.ac.id/index.php/2026/03/22/program-magang-industri-ilmu-administrasi-bisnis-iisip-jakarta-jadikan-wadah-peluang-rekrutmen-mahasiswa/
Ia menambahkan bahwa kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi salah satu aspek yang harus dimiliki oleh seorang content creator. Selain itu, pemahaman terhadap karakteristik target audiens juga diperlukan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan lebih mudah menarik perhatian pengguna media sosial.
Lelly juga menekankan pentingnya persiapan teknis sebelum membuat konten. Menurutnya, kualitas visual dan audio yang baik dapat memberikan kesan profesional sekaligus meningkatkan kenyamanan audiens saat menonton.
“Untuk membuat video yang menarik, kita juga harus mempersiapkan alat-alat yang kita butuhkan mulai dari kamera, lighting, microphone, tripod, dan juga background-nya. Karena semua itu dapat menarik perhatian seseorang,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan peralatan yang memadai tidak harus selalu mahal, tetapi perlu disesuaikan dengan kebutuhan konten yang akan dibuat. Dengan persiapan yang matang, seorang afiliator maupun content creator dapat menghasilkan konten yang lebih menarik dan kompetitif di tengah tingginya persaingan dunia digital.
Selain aspek teknis, Lelly juga mengingatkan mahasiswa IISIP Jakarta terkait membangun personal branding atau citra diri yang kuat. Menurutnya, personal branding menjadi salah satu faktor yang dapat membedakan seorang kreator dengan yang lainnya, serta membantu audiens lebih mudah mengenali identitas yang dimiliki.
“Kemudian ada persona branding. Membangun persona itu penting, kenapa? Karena hal seperti ini bisa membuat orang itu ingat kepada kita, dan kalau ingin membuat persona kalian perlu cari terlebih dahulu, apa yang kalian suka dan menjadi ciri khas bahwa itu kalian,” ujar Lelly.
Kemudian, ia mendorong mahasiswa untuk mengenali minat, keunikan, dan karakter yang dimiliki sebelum membangun persona di media digital. Dengan identitas yang jelas, kreator akan lebih mudah membangun hubungan dengan audiens sekaligus menciptakan nilai tambah pada konten yang dihasilkan.
Memasuki sesi akhir pemaparan, Lelly menyoroti pentingnya membuat hook atau pembuka yang menarik dalam sebuah video. Hook yang kuat dinilai mampu menarik perhatian audiens dalam beberapa detik pertama, dan meningkatkan peluang mereka untuk menonton konten hingga selesai.
“Terkahir buat hook yang menarik,” ucap Lelly.
