HIMA KESSOS IISIP Jakarta Gelar KESSOS Mengajar, Bangkitkan Semangat Raih Cita-Cita

Potret anggota HIMA KESSOS IISIP Jakarta bersama sejumlah anak Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah, melakukan foto bersama usai pelaksanaan kegiatan KESSOS Mengajar. Foto: HIMA KESSOS IISIP Jakarta

JAKARTA, IISIP – Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (HIMA KESSOS) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), menggelar kegiatan KESSOS Mengajar di Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian mahasiswa Kesejahteraan Sosial IISIP Jakarta kepada masyarakat, melalui program edukatif dan partisipatif.

Baca Juga:

“HIMA KESSOS IISIP Jakarta Tanamkan Semangat Belajar di SLBN 02 Jakarta” https://share.google/YgqrmHMfpSmwdbyyw

Melalui Divisi Sosial dan Pendidikan (SOSPEN), HIMA KESSOS IISIP Jakarta hadirkan rangkaian aktivitas yang dirancang untuk membangun motivasi dan keberanian anak-anak dalam meraih cita-cita. Mengusung tema “Bersama Merajut Impian di Bulan Penuh Kebaikan”, kegiatan tersebut dikemas secara interaktif agar mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Ketua Umum HIMA KESSOS IISIP Jakarta Laras Weningtyas menjelaskan, melalui kegiatan ini HIMA KESSOS mengajak anak-anak untuk menggambar cita-cita mereka, dan mempresentasikannya di depan teman-teman. Selain itu, di dalam rangkaian kegiatan terdapat juga perlombaan puzzle secara berkelompok yang bertujuan melatih kerja sama, komunikasi, dan kekompakan antar peserta.

“Kegiatannya kita ajak mereka gambar cita-cita mereka terus mereka mempresentasikan. Kemudian juga ada beberapa games lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah memberikan dorongan motivasi kepada anak-anak agar berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya.

“Sebenarnya tujuan utamanya biar mereka termotivasi sama cita-cita mereka,” tambahnya

Bertepatan dengan Ramadhan, KESSOS Mengajar juga melaksanakan buka puasa bersama dengan sejumlah anak panti tersebut. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana mempererat interaksi sosial, menumbuhkan empati, serta memperkuat nilai solidaritas dan kebersamaan antara mahasiswa dan anak-anak panti. (Muhamad Farhan)