
Potret Ketua Konsentrasi Ilmu Periklanan IISIP Jakarta Dra. Rohmiati, M.Si. saat melakukan kegiatan PKM. Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) perkuat implementasi Program Magang Industri dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), khususnya pada Konsentrasi Ilmu Periklanan. Program ini dinilai semakin terstruktur dan selaras dengan kebutuhan industri kreatif serta periklanan digital.
Baca Juga:
“Konsentrasi Ilmu Periklanan IISIP Jakarta Siapkan Mahasiswa Hadapi Dinamika Industri Kreatif” https://share.google/vKZo8r0YxluiQssf0
Ketua Konsentrasi Ilmu Periklanan IISIP Jakarta Dra. Rohmiati, M.Si., menilai pelaksanaan magang industri berjalan positif sejak kebijakan MBKM diterapkan di lingkungan Kampus Tercinta. Program tersebut tidak lagi bersifat formalitas, melainkan dirancang untuk memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa.
“Sejak diterapkannya kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, khususnya pada Konsentrasi Ilmu Periklanan, saya melihat implementasi Program Magang Industri berjalan cukup positif dan semakin terarah,” kata Rohmiati.
Baca Juga:
“Agar Profesional, Konsentrasi Ilmu Periklanan IISIP Jakarta Ajarkan Mahasiswa Langsung Dari Tenaga Ahlinya” https://share.google/HQ3LnCP5lCrveJe8h
Ia menjelaskan, mahasiswa IISIP Jakarta kini telah ditempatkan sesuai kompetensi, seperti Graphic Designer, produksi konten digital, Motion Design, Account Executive, pengelola media sosial, videografer, video editor, hingga Copywriter. Penempatan tersebut membantu mahasiswa memahami alur kerja industri secara langsung.
Selain mengasah keterampilan teknis seperti strategi kampanye, produksi konten, dan media planning, mahasiswa juga dituntut mengembangkan soft skills. Kemampuan komunikasi profesional, manajemen waktu, problem solving, dan kerja tim menjadi bekal mahasiswa dalam industri periklanan yang dinamis dan berbasis proyek.
Secara keseluruhan, Program Magang Industri MBKM dinilai efektif sebagai jembatan transisi dari dunia akademik ke dunia profesional. Evaluasi dan penyempurnaan tetap dilakukan agar capaian pembelajaran lulusan semakin optimal dan relevan dengan kebutuhan industri. (Muhamad Farhan)







