Berawal dari Mata Kuliah CCD, Tiga Mahasiswa IISIP Jakarta Lolos Magang di Connect Group

Tiga mahasiswa IISIP Jakarta melakukan foto bersama dengan menunjukkan sertifikat, setelah menyelesaikan program magang di Connect Group. Foto: Kayla Putri

JAKARTA, IISIP – Tiga mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) berhasil lolos seleksi magang dalam Program Recca Fellowship Batch pertama di Connect Group. Keberhasilan ini berawal dari pengalaman akademik mereka dalam mata kuliah Content Creator Dasar (CCD) yang memberikan fondasi keterampilan di bidang industri kreatif.

Baca Juga:

“IISIP Jakarta Siapkan Pembekalan Magang Industri Khusus Calon Peserta” https://share.google/IAqqg55Puudui7WAJ

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Kayla Putri, Raka, dan Khariunnisa Ramadhanti. Selama mengikuti program magang, mereka mendapatkan posisi dan tanggung jawab yang berbeda sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Kayla Putri berkesempatan bergabung sebagai Community Team yang berfokus pada pengelolaan serta pengembangan komunitas. Raka dipercaya menempati posisi Creative yang bertanggung jawab dalam pengembangan ide dan konsep kreatif, sedangkan Khairunnisa berperan sebagai Media yang berkaitan dengan produksi dan pengelolaan konten.

Keikutsertaan mereka dalam program ini tidak terlepas dari kontribusi mata kuliah Content Creator Dasar (CCD). Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menghasilkan karya yang dapat dijadikan portofolio profesional untuk memasuki dunia industri kreatif.

Berkat tugas-tugas yang diberikan selama perkuliahan, ketiganya telah memiliki pengalaman dasar dalam perencanaan, produksi, hingga evaluasi konten digital. Portofolio yang mereka bangun dari mata kuliah tersebut menjadi nilai tambah saat mengikuti proses seleksi magang.

Khairunnisa mengungkapkan pentingnya peran content creator di era digital saat ini. Ia juga menilai bahwa mata kuliah CCD memberikan bekal awal sebelum benar-benar terjun ke industri kreatif.

“Di dunia yang semakin digital ini, menurut aku Content Creator itu jadi salah satu yang penting ya, apa lagi buat yang mau terjun ke dunia kreatif juga. Dan aku merasa terbantu banget dengan adanya matkul CCD dan CCL ini. Jadi kaya sebelum kita bener-bener terjun ke industri kreatif, kita udah punya pengalaman dasar gitu, jadi tidak kosong,” tuturnya. 

Senada dengan itu, Raka menilai bahwa materi dalam mata kuliah CCD sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja kreatif. Menurutnya, pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan menjadi landasan penting dalam menghadapi tantangan industri.

“Mata kuliah CCD ngasih banyak pelajaran yang berguna buat kerja karena dasar yang ada di CCD itu berguna untuk jadi awalan di dunia kreatif,” ujar Raka. 

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa integrasi antara pembelajaran akademik dan praktik industri di IISIP Jakarta berjalan secara efektif. Program seperti Recca Fellowship menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring profesional sejak masih berada di bangku kuliah.

Melalui capaian tersebut, IISIP Jakarta terus mendorong mahasiswa untuk aktif membangun portofolio dan meningkatkan keterampilan praktis. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan industri kreatif yang menuntut sumber daya manusia adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era digital. (Muhamad Farhan)