Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta Fokuskan Pembelajaran Praktis dan Kesiapan Lulusan di Era Digital

Potret Ketua Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta Zahra Natty Fakhrana, S.I.Kom, M.I.Kom. Foto: Muhamad Farhan

JAKARTA, IISIP – Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat (Humas) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), selalu berupaya dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia industri. Melalui kurikulum yang seimbang antara teori dan praktik, mahasiswa IISIP Jakarta tidak hanya mampu memahami tentang konsep, tetapi juga bisa mengimplementasikan di lapangan.

Baca Juga:

“Mahasiswa Humas IISIP Jakarta Raih Pengalaman Nyata Lewat Magang Industri” https://share.google/VGGPz24ijlAR1186A

Ketua Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta Zahra Natty Fakhrana, S.I.Kom, M.I.Kom menjelaskan, proses pembelajaran di Kampus Tercinta dirancang agar mahasiswa terbiasa mengaitkan materi perkuliahan dengan kondisi di dunia kerja. Pendekatan ini dinilai dapat membentuk pola pikir kritis dan responsif terhadap isu kehumasan.

“Mahasiswa IISIP Jakarta itu tidak hanya diberikan teori, tetapi praktiknya juga diajarkan. Secara spesifik, apa yang telah dijelaskan oleh dosen kepada mahasiswa, mereka bisa langsung mengaitkan dengan kondisi di lapangan,” ujar Zahra di Podcast IISIP Jakarta. 

Menurut Zahra, kebiasaan menganalisis situasi lapangan sejak masa kuliah menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan profesi kehumasan. Dengan demikian, lulusan Humas IISIP Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga mampu memahami konteks dan strategi komunikasi yang tepat.

“IISIP Jakarta juga mempersiapkan para lulusannya untuk menjadi seorang profesional yang terampil secara praktik, karena mereka sudah terbiasa untuk menganalisis kondisi-kondisi yang terjadi di lapangan,” katanya.

Selain pembelajaran di ruang kelas, IISIP Jakarta juga memperkuat kompetensi mahasiswa melalui Program Magang Industri. Program tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk merasakan atmosfer kerja secara profesional di perusahaan mitra yang telah bekerja sama dengan Kampus Tercinta.

“Selain mahasiswa mendapatkan pembelajaran secara teori dan praktik di kampus, mereka juga akan merasakan momen bekerja lewat Program Magang Industri namanya. Jadi, IISIP Jakarta itu sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang memang memiliki nama yang cukup baik,” jelas Zahra.

Ia menambahkan, pengalaman magang ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja setelah lulus. Melalui Program Magang Industri, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga memahami etos kerja dan dinamika organisasi.

Menatap perkembangan industri komunikasi di era digital, Zahra memprediksi bahwa peran lulusan Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta akan tetap relevan dalam jangka lima hingga sepuluh tahun ke depan. Transformasi digital justru membuka peluang baru bagi profesi kehumasan di berbagai sektor.

“Dalam jangka lima hingga sepuluh tahun ke depan, lulusan Ilmu Hubungan Masyarakat itu tetap diperlukan di berbagai sektor. Apalagi lulusan Ilmu Hubungan Masyarakat di IISIP Jakarta memiliki tiga kemampuan baik secara praktis, strategis, dan analitik,” ungkapnya. 

Zahra merinci bahwa kemampuan praktis menjadi hal dasar yang dimiliki lulusan Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta. Mahasiswa dibekali keterampilan menulis, pengelolaan media sosial, hingga perencanaan kegiatan kehumasan.

“Secara praktisnya adalah lulusan Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta untuk bisa menulis, mengelola sosial media, dan event planning,” ujarnya.

Aspek strategisnya juga menjadi perhatian utama dalam pembelajaran. Mahasiswa dilatih untuk menyusun perencanaan komunikasi, mengembangkan kampanye kehumasan, serta menjalankan strategi jangka panjang sesuai dengan tujuan organisasi.

“Secara strategis mereka bisa merencanakan, mengembangkan, dan melakukan kegiatan kampanye Hubungan Masyarakat untuk tujuan organisasi dalam waktu yang panjang,” kata Zahra.

Tidak kalah penting, kemampuan analitik turut ditekankan agar lulusan mampu mengukur dan mengevaluasi dampak dari aktivitas kehumasan yang telah dilakukan. Hal ini menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan industri dalam menilai efektivitas komunikasi.

“Sementara secara analitik, mereka mampu membaca dampak dari Hubungan Masyarakat setelah mereka lakukan,” pungkasnya. (Muhamad Farhan)