
Suasana pelaksanaan seminar FISIP IISIP Jakarta yang digelar di ruang AVA-B IISIP Jakarta, Kamis (11/12/2025). Foto: Maulana Azkal Azkiya
JAKARTA, IISIP – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) menggelar seminar bertajuk “Edukasi Keamanan Digital dan Kesadaran Eksploitasi” pada Kamis, (11/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan literasi digital serta kesadaran mahasiswa terhadap berbagai ancaman di ruang digital.
Baca Juga:
“Tiga Program Studi IISIP Jakarta Gelar Seminar Bahas Kecakapan Komunikasi di Dunia Digital”
https://share.google/JD3pB9iHa7HuWaBTl
Seminar tersebut menghadirkan Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, Andy Adrian, S.P., sebagai narasumber utama, serta Dosen Ilmu Hubungan Internasional IISIP Jakarta, Muhammad Ikhwan Hakiki, S.Sos., M.I.Pol. yang dimoderatori oleh Kevin Ali Sesarianto, S.Sos., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa lintas program studi yang antusias menyimak materi seputar keamanan digital dan isu eksploitasi.
Dekan FISIP IISIP Jakarta Netik Indrawati, S.S., M.Si. menjelaskan, seminar tersebut merupakan bagian dari program akademik yang rutin dilaksanakan oleh fakultas dan program studi di lingkungan IISIP Jakarta. “Jadi seminar ini merupakan program di setiap fakultas atau program studi yang ada di IISIP Jakarta. Tujuannya adalah sebagai jembatan antara mata kuliah yang dipelajari secara teori dan praktik mengenai perkembangan yang ada, sehingga mahasiswa dan dosen akan terus update terkait penemuan-penemuan yang ada di lapangan,” ujar Netik.
Ia menambahkan, pemilihan tema keamanan digital didasarkan pada relevansi isu tersebut dengan kehidupan mahasiswa dan generasi muda yang tidak terpisahkan dari teknologi digital. Kehadiran ECPAT Indonesia dinilai tepat, karena memiliki kompetensi dan pengalaman dalam isu perlindungan anak dan eksploitasi.
“Terkait tema, kita pilih memang seperti itu. Karena kita mengundang pakar koordinator dari ECPAT Indonesia dan tema ini memang membahas keamanan digital karena semua lini sudah tidak bisa lepas dengan yang namanya digital. Jadi kita ingin memberikan edukasi, terutama kepada mahasiswa dan Gen Z yang tidak bisa lepas dengan dunia digital,” jelasnya.

Potret Dekan FISIP IISIP Jakarta Netik Indrawati, S.S., M.Si. pada saat beri sambutan di kegiatan seminar FISIP IISIP Jakarta, Kamis (11/12/2025). Foto: Maulana Azkal Azkiya
Baca Juga:
“Staf Ahli Komdigi Tinjau Laboratorium Podcast IISIP Jakarta Usai Pelaksanaan Seminar di Kampus Tercinta” https://share.google/QSaFlmeSVWfQYzcP1
Menurut Netik, berbagai kejahatan yang bermula dari ruang digital sering kali tidak disadari oleh masyarakat. Minimnya literasi dan kesadaran menjadi faktor utama munculnya berbagai bentuk kejahatan, baik secara fisik maupun digital.
“Karena hal seperti ini tidak kelihatan tanpa adanya kesadaran, dan dampaknya bisa berupa kejahatan fisik maupun secara digital, mulai dari penipuan online, ada eksploitasi, perdagangan anak, dan semuanya ini berawal dari ranah digital itu. Sehingga kita ingin menyadarkan kepada mahasiswa dan Gen Z bahwa ternyata hal seperti ini bisa membahayakan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penyampaian edukasi keamanan digital melalui forum akademik seperti seminar. Hal ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap risiko yang ada di dunia maya.
“Oh itu penting sekali untuk kita sampaikan melalui seminar ini. Sebab ya itu tadi, ada kasus-kasus online scam dan ini bisa terjadi karena atas ketidaksadaran diri dan minimnya literasi,” ujar Netik.
Lebih lanjut, hasil dari seminar ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam kegiatan akademik di FISIP IISIP Jakarta.
“Iya itu tentu. Jadi dari hasil seminar ini selalu bisa kita kembangkan lebih lanjut, seperti penerapan bahan kajian di mata kuliah yang ada di FISIP IISIP Jakarta,” tutupnya. (Muhamad Farhan)








