
Suasana pelaksanaan diskusi publik yang di gelar BPM IISIP Jakarta di ruang AVA-B, bahas literasi HAM di kampus dan Masyarakat, Rabu (10/12/2025). Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Badan Permusyawaratan Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (BPM IISIP Jakarta) menyelenggarakan diskusi publik dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia di Ruang AVA-B IISIP Jakarta, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “HAM & Pendidikan: Literasi HAM di Kampus dan Masyarakat.”
Baca Juga:
“Tiga Organisasi Mahasiswa IISIP Jakarta Gelar Diskusi Publik Sambut Hari Sumpah Pemuda”
https://share.google/KZvhOnxabCcKgnQjr
Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dosen IISIP Jakarta Muhammad Hardiansyah, S.Sy., M.Sy., dan Ketua LMID Jakarta Raya Damar Setyaji Pamungkas. Keduanya memaparkan pandangan mengenai isu HAM, kebebasan akademik, serta peran mahasiswa dalam menciptakan ruang diskusi kritis di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa IISIP Jakarta. Puluhan peserta memenuhi ruangan dan mengikuti diskusi secara aktif, menunjukkan besarnya perhatian terhadap isu HAM dan relevansinya dengan dunia pendidikan.
Salah satu peserta diskusi dari Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta Redifka Akbar juga mengungkapkan alasannya mengikuti kegiatan tersebut. Sebab, dirinya hadir atas dasar rasa keinginan yang besar dalam keterlibatan forum.
“Karena untuk pribadi saya sendiri, ini pertama kalinya saya ikut kegiatan diskusi publik di kampus ya. Jadi pengen tahu saja, bagaimana diskusi publik itu dilaksanakan,” ujarnya.
Redifka menilai materi yang disampaikan bermanfaat bagi mahasiswa, karena menurut nya hal ini dapat memberikan pemahaman dasar tentang HAM.
“Untuk isi materinya menarik ya dari selama berjalannya diskusi, sebagai mahasiswa kita harus memahami apa pengertian HAM itu sebenarnya. Jadi bagus sekali untuk kita pahami,” tuturnya.
Bahkan ia juga menegaskan pentingnya literasi HAM untuk diterapkan dalam kehidupan kampus. “Tentu. Diskusi seperti ini sangat penting sekali, sehingga kita tahu bagaimana kita sebagai individu untuk mementingkan hak asasi kita,” katanya.
Melalui diskusi ini, Redifka berharap BPM IISIP Jakarta dapat terus menggelar kegiatan serupa secara berkelanjutan.
“Saya berharap sih kegiatan seperti ini terus rutin dilakukan ya. Mengingat masih banyak pembahasan yang perlu kita pahami dalam kondisi atau situasi yang sedang terjadi maupun yang akan terjadi,” ujarnya. (Muhamad Farhan)








