
Potret Rayya mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial IISIP Jakarta, sedang melakukan presentasi dari hasil laporan magang industri di ECPAT Indonesia. Foto: Rayya Ramadhan
JAKARTA, IISIP – Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kessos) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) terus didorong untuk mengembangkan pengalaman profesional melalui program magang industri. Salah satunya dilakukan oleh Rayya Ramadhan, yang tengah menjalani praktik kerja di End Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children for Sexual Purposes Indonesia (ECPAT Indonesia), sebuah lembaga yang berfokus pada isu perlindungan eksploitasi seksual anak.
Baca Juga:
“Lewat Program Magang, Mahasiswi IISIP Jakarta Perkuat Skill Jurnalistik dan Media Sosial” https://share.google/CGO87i8IE5t5lZh1M
Rayya mulai menjalani program magang sejak April 2025. Memasuki periode awal, ia ditempatkan di Divisi Projek Manajemen dan terlibat dalam proses perencanaan serta pelaksanaan kegiatan program. Setelah menyelesaikan tahap pertama, Rayya kemudian dipercaya mengemban posisi yang berbeda pada periode berikutnya.
“Setelah menyelesaikan periode magang pertama, kemudian saya dipercaya untuk melanjutkan magang kedua sebagai Project Officer, saya dituntut untuk mampu memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan program, jadwal yang telah ditetapkan, dan prinsip perlindungan anak yang menjadi nilai utama ECPAT Indonesia,” jelas Raya.
“Pengalaman ini membantu saya mengembangkan kemampuan manajerial, komunikasi, serta pemecahan masalah dalam konteks kerja sosial yang profesional. Dengan mendukung pengelolaan proyek dan koordinasi kegiatan di lapangan,” tambahnya.
Selama magang, Rayya memegang peran dalam pemantauan media terkait isu eksploitasi seksual terhadap anak hingga keterlibatan teknis dalam berbagai program lembaga. Ia juga berkesempatan menyusun kegiatan yang melibatkan mahasiswa IISIP Jakarta seperti Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan – Perguruan Tinggi (PPK-PT).
Menurut Rayya, ilmu yang dipelajari selama kuliah di IISIP Jakarta juga turut memberikan kontribusi dalam mendukung pekerjaan magang, terutama dalam bidang pengelolaan informasi program kemanusiaan.
“Tugas ini sangat berkaitan dengan mata kuliah Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan, karena melalui kegiatan tersebut saya belajar bagaimana sebuah organisasi kemanusiaan mengelola informasi, menyusun strategi, serta mengambil keputusan berbasis data untuk mendukung perencanaan program perlindungan anak. Selain itu, proses pendataan dan pelaporan juga melatih saya dalam memahami alur kerja organisasi, koordinasi antar bagian, serta pentingnya ketepatan dan akurasi data dalam pelayanan kemanusiaan,” katanya.

Beberapa mahasiswa, Dosen, dan tim ECPAT Indonesia melakukan foto bersama mahasiswa magang IISIP Jakarta. Foto: Rayya Ramadhan
Baca Juga:
“Ilmu Dari Bangku Kuliah, Mahasiswi Magang Terapkan di TSM Cibubur” https://share.google/4JamBxT1ELL07fvUp
Berinteraksi langsung dengan penyintas eksploitasi seksual anak, menjadi tantangan bagi dirinya. Namun hal tersebut menjadi pengalaman berharga dalam membentuk empati dan kepekaan sosial.
“Awalnya saya benar-benar bingung harus bersikap seperti apa, takut salah ngomong atau malah bikin mereka tidak nyaman. Tapi dari hal itu saya belajar banyak tentang empati, sensitivitas, dan cara berinteraksi dengan penuh rasa hormat. Saya juga banyak dibimbing sama tim ECPAT yang sudah berpengalaman, jadi perlahan saya bisa lebih tenang dan memahami,” tutur Rayya.
“Magang di ECPAT Indonesia benar-benar membuat perspektif saya berubah sekali tentang dunia kerja, terutama pada isu sosial dan perlindungan anak. Saya jadi sadar kalau kerja di bidang ini tidak hanya soal mengurus program atau data saja, tapi juga soal punya empati, kepedulian, dan niat buat bantu anak-anak yang menjadi korban atau berisiko mengalami kekerasan dan eksploitasi seksual,” sambungnya.
Melalui program magang industri ini, Rayya berharap pengalaman yang telah diraih dirinya, dapat menjadi pijakan untuk terus berkontribusi dalam isu perlindungan anak. Berbekal keterampilan dan kepedulian yang semakin terasah, ia terus berusaha untuk membawa nama almamater IISIP Jakarta sebagai kampus yang melahirkan generasi profesional berintegritas dan berpihak pada kemanusiaan. (Muhamad Farhan)

