
Suasana mahasiswa IISIP Jakarta tengah mengerjakan soal ujian saat pelaksanaan UTS pada hari pertama di ruang kelas 2B.1 IISIP Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Sejumlah mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) mengikuti pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) Genap Tahun Akademik 2025/2026, Senin (27/4/2026). Ujian yang digelar secara luring pada hari pertama tersebut berlangsung tertib dan kondusif.
Baca Juga:
“IISIP Jakarta akan Laksanakan UTS Genap 2025/2026, Berlaku untuk Seluruh Jurusan” https://share.google/ZmhX7myhnwhXvQ4rS
Salah satu mahasiswa Konsentrasi Ilmu Periklanan IISIP Jakarta Lazuardi Filza Page, membagikan pengalamannya saat mengikuti ujian di hari pertama. Ia menyebut bahwa mata kuliah yang diujikan cukup relevan dengan bidang yang ia tekuni, sehingga memudahkan dalam mengerjakan soal.
“Kebetulan UTS di hari pertama ini mata kuliahnya Creative Thinking, dan memang sejalur dengan bidang saya. Jadi relatif mudah untuk diselesaikan,” kata Lazuardi.
Baca Juga:
“IISIP Jakarta akan Gelar UTS Genap 2025/2026, Simak Mekanisme Pelaksanaannya” https://share.google/faFPS7vUo7ztA8OQQ
Ia juga mengungkapkan bahwa tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan ujian berlangsung. Menurutnya, persiapan yang dilakukan jauh hari sebelumnya menjadi faktor utama kelancaran dalam menghadapi UTS.
“Tentu tidak ya, karena semuanya sudah dipersiapkan jauh sebelum UTS ini dilaksanakan,” ungkapnya.
Mengenai sistem pelaksanaan UTS, Lazuardi menilai bahwa metode yang diterapkan sudah efektif dan efisien. Mahasiswa cukup hadir di kelas, mengisi daftar hadir, dan langsung mengerjakan soal yang telah disediakan oleh dosen pengampu.
“Efektif, karena ujian ini kita hadir di kelas kemudian isi daftar hadir dan langsung mengerjakan soal-soal yang sudah disediakan, ditambah lagi ketika kita sudah selesai lebih dulu, dan kita sudah bisa meninggalkan ruang kelas sebelum waktu ujian selesai,” tutur Lazuardi saat dimintai pendapatnya.
Sebagai peserta ujian, Lazuardi juga membagikan strategi belajar yang dirinya terapkan. Ia menekankan dalam memahami kembali materi perkuliahan, serta aktif berdiskusi dengan teman sekelas untuk memperdalam pemahaman.
“Pertama, kita pelajari catatan yang kita miliki selama mengikuti mata kuliah yang bersangkutan, kita review ulang apa saja yang sudah dijelaskan. Kedua, jika ada hal yang masih belum kita pahami bisa berdiskusi dengan teman-teman, sehingga ketika kita menghadapi soal-soal ujian sudah dapat dipahami semuanya,” jelasnya.
Lazuardi mengaku optimistis dapat meraih nilai terbaik. Ia berharap hasil yang diperoleh sesuai dengan usaha dan persiapan yang telah dilakukan selama ini. (Muhamad Farhan)







