
Potret kegiatan mahasiswa magang Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta Kaylca Putri Cahyadi, saat mengelola media sosial TSM Cibubur di salah satu event yang terselenggara di mall tersebut. Foto: Kaylca
JAKARTA, IISIP – Pengalaman pertama terjun ke dunia kerja kerap menjadi momen yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa. Hal tersebut dirasakan oleh mahasiswa Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) Kaylca Putri Cahyadi, yang tengah menjalani program magang di Trans Studio Mall Cibubur (TSM Cibubur).
Baca Juga:
“Magang Industri IISIP Jakarta: Strategi Efektif Cetak Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja” https://share.google/hDtAE4R9BkUq71NsS
Sejak 2 Maret 2026, Kaylca bergabung dalam divisi Marketing Communication dan dipercaya menjadi bagian dari tim media sosial. Melalui perannya, ia turut mengelola akun Instagram resmi TSM Cibubur sebagai salah satu media komunikasi perusahaan kepada publik.
“Sejak 2 Maret 2026, aku menjadi bagian dari Marketing Communication, dengan posisi spesifik sebagai tim sosial media yang mengelola Instagram Trans Studio Mall Cibubur,” kata Kaylca saat dihubungi, Sabtu (11/4/2026).
Memasuki awal magang, Kaylca mengaku merasakan kegugupan yang cukup besar. Lingkungan kerja baru, ritme kerja profesional, serta tuntutan adaptasi menjadi tantangan yang harus dihadapinya sebagai pengalaman pertama di dunia industri.
“Kesan pertama kali datang dan mulai magang di TSM sudah pasti deg-degan, karena ini juga merupakan pengalaman pertama aku. Aku harus beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dari segi suasana maupun orang-orang di dalamnya. Tapi, di sisi lain aku juga merasa senang dan antusias karena mendapatkan kesempatan untuk belajar serta menambah pengalamanku di TSM Cibubur,” jelasnya.
Tantangan tidak berhenti pada proses adaptasi, Kaylca juga sempat merasa kurang percaya diri karena latar belakangnya yang tidak sepenuhnya berfokus pada pengelolaan media sosial. Meski demikian, pengalaman akademik yang dimilikinya tetap menjadi bekal dalam memahami pekerjaan yang dijalani.
“Tantangan terbesarku yaitu aku takut tidak bisa mengikuti ritme kerja di tim sosmed, karena basic aku bukan di bagian sosmed. Walaupun aku juga udah punya sedikit pengalaman dari mata kuliah, tapi tetap saja aku masih merasa takut dan kurang percaya diri di awal,” ungkap cemas Kayla.
Dukungan dari mentor dan tim Marketing Communication TSM Cibubur juga menjadi faktor utama yang membantu Kaylca melewati fase adaptasi tersebut. Bimbingan yang diberikan membuatnya mulai memahami alur kerja serta meningkatkan rasa percaya diri.
“Tapi untungnya mentor dan kakak-kakak di tim marcom sangat membantu, mereka benar-benar mengajarkan dan membimbing aku dengan baik, jadi aku bisa mulai mengerti dan lebih percaya diri,” tuturnya.
Pengalaman berharga lainnya turut hadir ketika Kaylca dilibatkan dalam sebuah acara besar bertema Ramadan yang diselenggarakan di mall tersebut. Melihat waktu yang relatif singkat sejak masa magang dimulai, Kaylca sudah dipercaya untuk turut serta dalam kegiatan berskala besar.
“Tentu saja ada. Momen yang paling berkesan buatku adalah waktu ada event Ramadan di TSM Cibubur yang mengundang Bernadya sebagai guest star. Saat itu aku baru sekitar dua minggu magang, tapi sudah langsung dilibatkan di event besar,” curahan hati Kaylca.
Kaylca juga menyoroti perbedaan signifikan antara dunia perkuliahan dan dunia kerja, khususnya dalam hal pengelolaan waktu. Dunia kerja menuntut kedisiplinan yang lebih tinggi serta kemampuan untuk membagi waktu secara efektif.
“Perbedaan paling terasa dari segi waktu. Waktu kuliah aku masih punya banyak waktu main, tapi sekarang tidak sebebas itu karena waktunya harus dibagi,” katanya.
Meski demikian, ia menilai bahwa materi yang telah dipelajari selama perkuliahan memiliki relevansi yang kuat dengan praktik di dunia kerja. Pengetahuan dasar yang diperoleh di kelas menjadi fondasi baginya dalam menjalankan tugas selama magang.
“Menurut aku, mata kuliah yang sudah dipelajari di kampus itu sangat relevan saat menjalani magang. Apalagi buat aku yang di tim sosmed, mata kuliah Content Creation Dasar dan lanjutan sangat membantu,” tukas Kaylca.
Pengalaman Kaylca menjadi gambaran bagaimana program magang tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu, tetapi juga membentuk kesiapan mental dan profesional dalam menghadapi dunia kerja. Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berkembang menjadi individu yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di industri. (Muhamad Farhan)








