
Mahasiswa magang industri Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat IISIP Jakarta Tesalonika Marcha Estherini Mandey, menjalani kegiatan kerjanya sebagai Marketing Communications di TSM Cibubur. Foto: Tesalonika
JAKARTA, IISIP – Mahasiswa magang Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) tunjukkan kesiapan dalam menghadapi dunia kerja melalui Program Magang Industri berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Salah satu pengalaman menarik datang dari mahasiswa Konsentrasi Ilmu Hubungan Masyarakat Tesalonika Marcha Estherini Mandey yang menjalani magang pertama di Trans Studio Mall Cibubur (TSM Cibubur).
Baca Juga:
“Mahasiswa Humas IISIP Jakarta Raih Pengalaman Nyata Lewat Magang Industri” https://share.google/qp65FwtP8MzLc1Ezk
Tesalonika mengungkapkan bahwa dirinya mulai menjalani magang sejak awal Maret 2026. Ia ditempatkan sebagai bagian dari tim Marketing Communications, khususnya di divisi Event Promotions yang berfokus pada kegiatan promosi dan event di pusat perbelanjaan tersebut.
“Saya magang di Trans Studio Mall Cibubur, saya di sana diposisikan sebagai tim Marketing Communications khususnya di bagian Event Promotions,” ujarnya.
Baca Juga:
“Mahasiswa IISIP Jakarta Ikuti Art Workshop di TSM Cibubur” https://share.google/hnbIONa9FfqQAbYIB
Kesan pertama yang dirasakan saat memasuki dunia kerja cukup mengejutkan baginya. Tesa mengaku tidak menyangka dapat menjadi bagian dari manajemen di salah satu pusat ritel besar.
“Tentu tidak menyangka ya bisa jadi bagian manajemen di TSM, karena yang biasa kita jalan-jalan ke mall tapi sekarang kita jadi tim di sini,” katanya.
Dengan demikian, tantangan awal tetap dirasakan Tesa, terutama dalam proses adaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Perbedaan usia dengan rekan kerja menjadi salah satu hal yang harus dihadapi di minggu pertama magang.
Meski sempat mengalami kesulitan, Tesa berusaha membangun komunikasi yang baik dengan rekan kerja. Ia aktif berinteraksi, berdiskusi, hingga akhirnya mampu bekerja sama secara efektif dalam tim
“Meski di awal memang sempat agak sulit ya untuk beradaptasi karena tim di sini beda jauh usianya. Tapi saya mencoba untuk membangun interaksi kepada mereka, kita komunikasi, sharing, hingga saat ini saya bisa untuk bekerjasama dengan tim,” ungkapnya. (Muhamad Farhan)







