
Potret salah satu mahasiswa Konsentrasi Ilmu Periklanan IISIP Jakarta, berkesempatan melaksanakan Program Magang Industri di PT AIUEO Indonesia Sentosa. Foto: IISIP Jakarta
JAKARTA, IISIP – Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) tunjukan upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penerapan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Salah satu implementasi dari kebijakan tersebut ialah Program Magang Industri yang ditujukan bagi mahasiswa yang telah menempuh 100 Satuan Kredit Semester (SKS).
Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja selama dua semester. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Baca Juga:
“Mitra Magang HI IISIP Jakarta Apresiasi Kinerja Mahasiswa yang Dinilai Bantu Operasional Lembaga” https://share.google/552zGO9GEBW4YMuP3
Penerapan Program Magang Industri menjadi salah satu keunggulan IISIP Jakarta dalam mempersiapkan lulusan yang siap kerja. Mahasiswa dapat mengasah kemampuan profesional, memperluas jejaring, serta memahami dinamika dunia industri secara langsung sebelum lulus dari bangku kuliah.
Selain itu, program ini juga memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung dalam lingkungan kerja profesional, mahasiswa IISIP Jakarta mampu mengembangkan soft skills seperti komunikasi, kerja tim, serta manajemen waktu yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Keunggulan lain dari program ini juga terletak pada integrasi antara dunia akademik dan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen di kelas, tetapi juga dari praktisi di lapangan, sehingga terjadi transfer ilmu yang lebih aplikatif dan kontekstual.
Program Magang Industri IISIP Jakarta menjadi bentuk adaptasi kampus terhadap perkembangan zaman. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, lulusan dituntut memiliki pengalaman kerja sejak dini agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja.
Dengan demikian, mahasiswa yang mengikuti program magang selama dua semester, memiliki waktu yang cukup untuk memahami alur kerja, budaya organisasi, serta tantangan yang dihadapi di industri. Hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan ketika mereka memasuki dunia kerja setelah lulus. (Muhamad Farhan)







