
Program Magang Industri Ilmu Administrasi Bisnis IISIP Jakarta, memberikan kesempatan kepada salah satu mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja secara mendalam di industri Bisnis Retail Leuser. Foto: IISIP Jakarta
JAKARTA, IISIP – Program magang industri yang dijalankan oleh Program Studi Administrasi Bisnis Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja secara mendalam. Program ini berlangsung selama dua semester penuh, sehingga mahasiswa memiliki waktu yang cukup untuk mengembangkan berbagai kompetensi profesional.
Baca Juga:
“Program Studi Ilmu Administrasi IISIP Jakarta Belajar Apa Saja? Ini Dia Simak Penjelasannya” https://share.google/bygPJmNfLr4QDpbfR
Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis IISIP Jakarta Ai Heni Novianti, S.Sos., M.A., menjelaskan bahwa durasi magang yang cukup panjang memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keterampilan mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas operasional perusahaan.
“Karena program magang ini dilakukan selama dua semester penuh artinya dua kali enam bulan maka mahasiswa akan memiliki kedalaman dan keluasan terkait kompetensinya sehingga dapat meningkatkan hard skills dan soft skills mahasiswa secara signifikan,” jelasnya.
Menurut Ai Heni, mahasiswa yang menjalani magang juga ditempatkan pada bidang yang relevan dengan kompetensinya. Penempatan tersebut memungkinkan mahasiswa mengasah kemampuan teknis secara lebih spesifik.
“Dampaknya, mahasiswa bisa mengasah hard skills yang lebih spesifik, seperti pada bidang digital marketing, supply chain management, hingga customer relationship management menggunakan alat analisis data dan perangkat lunak yang nyata digunakan di DUDIKA,” katanya.
Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan kemampuan non-teknis dalam dunia kerja. Interaksi langsung dengan tim kerja di perusahaan membuat mahasiswa terbiasa menghadapi berbagai tantangan profesional.
“Selain itu, dari sisi soft skills seperti problem solving dan teamwork juga otomatis terasah. Hasilnya mahasiswa jadi lebih percaya diri dan memiliki mentalitas yang siap dengan dinamika DUDIKA yang sesungguhnya,” tuturnya. (Muhamad Farhan)






