Dari Magang hingga Direkrut Kerja, Alumni Magang Periklanan IISIP Jakarta Berbagi Pengalaman di Creative Agency

Potret sejumlah staff Unsur Magis bersama mahasiswa magang IISIP Jakarta, melakukan foto bersama. Foto: Instagram @unsurmagis

JAKARTA, IISIP – Program Magang Industri berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), menjadi salah satu langkah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja sebelum benar-benar terjun ke dunia profesional. Melalui program ini, mahasiswa dapat memahami dinamika industri sekaligus mengasah keterampilan yang telah dipelajari selama perkuliahan.

Baca Juga:

“Konsentrasi Ilmu Periklanan IISIP Jakarta Perkuat Program Magang Guna Kebutuhan Industri Digital” https://share.google/nyEIc0Paw9GUyXYQH

Salah satu pengalaman tersebut turut dirasakan oleh alumni magang dari Konsentrasi Ilmu Periklanan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) Nadira Fairus Syafra, yang menjalani program magang satu dan dua di sebuah creative agency bernama Unsur Magis. Pengalaman magang ini bahkan membuka peluang karier bagi dirinya hingga akhirnya direkrut sebagai bagian dari tim kreatif di perusahaan tersebut.

Kesempatan magang Nadira bermula dari informasi yang diberikan oleh salah satu dosen IISIP Jakarta. Nadira kemudian memanfaatkan peluang tersebut karena memiliki ketertarikan terhadap dunia industri kreatif.

“Awalnya kesempatan magang di Unsur Magis diberikan dari salah satu dosen IISIP Jakarta, yaitu Mas Deeng, yang memberikan informasi sekaligus menawarkan peluang magang di sini. Karena dari awal aku memang tertarik dengan dunia kreatif, aku merasa kesempatan ini sangat menarik. Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba dan menjalani program magang di Unsur Magis,” jelas Nadira. 

Selama menjalani program magang, Nadira ditempatkan pada divisi kreatif sebagai Graphic Designer. Ia bertanggung jawab dalam membuat berbagai desain visual yang digunakan untuk kebutuhan komunikasi brand, khususnya konten media sosial.

“Selama menjalani magang di Unsur Magis, aku berperan sebagai Graphic Designer. Biasanya aku membuat berbagai kebutuhan desain visual untuk klien, terutama konten media sosial,” ucapnya. 

“Selama proses magang, aku mengerjakan desain untuk beberapa brand seperti Posh, Nabati, Wizz, Chubb, Soklin, dan Bye-Bye Fever,” lanjutnya. 

Baca Juga:

“Siap Kerja, Mahasiswa Periklanan IISIP Jakarta Direkrut Mitra Usai Jalani Magang Industri” https://share.google/jaJ0TCP3PMUGiwUgL

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman Nadira sebagai mahasiswa magang, tentang bagaimana industri kreatif bekerja. Nadira juga mempelajari proses kerja sebuah agency mulai dari menerima brief hingga tahap produksi desain.

“Pengalaman magang ini benar-benar memberikan gambaran nyata tentang bagaimana industri kreatif bekerja. Aku jadi tahu proses kerja di agency, mulai dari diskusi ide, pembuatan konsep visual, sampai tahap eksekusi desain untuk klien.” ujarnya. 

Menurut Nadira, program magang menjadi sarana utama bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat memahami alur kerja profesional sekaligus meningkatkan kemampuan kerja sama dalam tim.

Setelah menjalani program magang pertama dan kedua, Nadira akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bergabung sebagai bagian dari tim kreatif di Unsur Magis. Pengalaman ini menjadi bukti bahwa program magang dapat menjadi jembatan awal menuju karier profesional.

“Dalam pengalaman aku sendiri, setelah menjalani magang 1 dan 2 di Unsur Magis, aku juga diberi kesempatan dan kepercayaan untuk bergabung dalam tim divisi kreatif,” katanya. 

Ia pun berpesan kepada mahasiswa IISIP Jakarta agar memanfaatkan kesempatan magang dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka peluang karier di masa depan. (Muhamad Farhan)