
Potret sejumlah Dosen IISIP Jakarta bersama guru dan murid-murid Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan, melakukan foto bersama dalam kegiatan Sosialisasi Literasi Media Melawan Hoaks dan Kekerasan Digital. Foto: IISIP Jakarta
JAKARTA, IISIP – Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Prodi Kessos) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) memperluas jaringan kerja sama magang industri dengan berbagai lembaga. Pada semester genap 2025/2026 ini, salah satu mitra baru yang bergabung dalam program tersebut adalah Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan.
Baca Juga:
“SRMA 10 Jakarta Selatan Undang Dosen IISIP Jakarta dalam Sosialisasi Literasi Media Melawan Hoaks dan Kekerasan Digital” https://share.google/jbRJ2tW0NNXX1KsBy
Ketua Prodi Kessos IISIP Jakarta Nyala Candrika Tifani, S.Sos., M.Kessos., menyebut kerja sama ini menjadi langkah baru bagi mahasiswa untuk terlibat dalam bidang pendidikan sekaligus kegiatan sosial di masyarakat.
“Pada semester ini kami bekerja sama dengan Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan. Menurut saya ini adalah langkah yang baik karena menjadi bidang yang baru untuk kami berkontribusi dalam bidang pendidikan,” ujarnya.
Baca Juga:
“Selamat dan Sukses: Tim Kessos Samudra Raih Juara Satu Lomba Debat IISIP Jakarta 2025” https://share.google/RFZb0RYstvFcN8I7X
Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang mulai dijalankan pada 2025. Melalui program ini, mahasiswa Kessos IISIP Jakarta dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang mendukung proses pembelajaran siswa di tingkat menengah atas.
“Sekolah Rakyat ini adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo yang dimulai sejak 2025. Kami belajar membuat kegiatan yang mendukung proses belajar untuk siswa menengah atas,” jelas Nyala.
Kehadiran mitra baru tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang praktik bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu kesejahteraan sosial secara langsung di masyarakat. Selain itu, pengalaman tersebut juga menjadi bagian dalam membangun kompetensi profesional mahasiswa. (Muhamad Farhan)







