Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta Tambah Mitra Industri Digital, Tempat Magang Semakin Luas!

Potret mahasiswa Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta melakukan peliputan di lapangan ketika menjalani Program Magang Industri di Urgenz.id. Foto: Gereshah Siregar

JAKARTA, IISIP – Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), terus memperkuat implementasi Program Magang Industri berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penguatan ini ditandai dengan perluasan mitra industri serta peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik di lapangan.

Baca Juga:

“Lewat Program Magang, Mahasiswi IISIP Jakarta Perkuat Skill Jurnalistik dan Media Sosial” https://iisip.ac.id/index.php/2025/10/08/lewat-program-magang-mahasiswi-iisip-jakarta-perkuat-skill-jurnalistik-dan-media-sosial/

Ketua Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta Rohmadtika Dita, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa program magang kini tidak lagi sekadar menjadi kewajiban akademik. Program tersebut telah berkembang menjadi ruang pembelajaran nyata yang menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik profesional di industri media.

“Sejak diterapkannya kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di IISIP Jakarta, Program Magang Industri pada Konsentrasi Ilmu Jurnalistik mengalami penguatan yang cukup signifikan. Program ini tidak lagi sekadar menjadi kewajiban akademik, tetapi benar-benar difungsikan sebagai ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja media secara langsung.” jelas Rohmadtika. 

Melalui magang industri, mahasiswa jurnalistik  IISIP Jakarta mendapatkan kesempatan terlibat langsung di ruang redaksi media cetak, online, maupun penyiaran. Mereka dapat berpartisipasi dalam proses peliputan, wawancara narasumber, penulisan naskah, hingga tahap editorial dengan ritme kerja yang dinamis dan berbasis tenggat waktu.

Seiring perkembangan industri media digital, IISIP Jakarta juga menambah mitra baru seperti Pantau Digital, Guru Kreatif ID, Urgenz.id, dan The Lab Indonesia. Perluasan ini menjadi langkah adaptif kampus dalam merespons ekosistem jurnalistik yang semakin terdigitalisasi dan berbasis multiplatform.

Rohmadtika Dita menegaskan bahwa evaluasi tetap dilakukan secara berkala. Koordinasi antara kampus dan mitra industri menjadi strategi utama, agar kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. (Muhamad Farhan)