INSYNC Hadirkan Kompetisi Modern Dance, Wadah Kreativitas Gen Z di IISIP Jakarta

Potret Ketua Pelaksana INSYNC Alicya Sabrina Parera, ketika berikan sambutan pada saat pembukaan kompetisi di IISIP Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Foto: Muhanad Farhan

JAKARTA, IISIP – Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), menyelenggarakan kompetisi modern dance bertajuk “IISIP New Style of Youth Creativity (INSYNC)” di Kampus Tercinta pada Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan persyaratan kelulusan mata kuliah Event Organizer (EO) yang dirancang untuk melatih mahasiswa dalam mengelola sebuah acara secara profesional.

Baca Juga:

“Mengupas Mata Kuliah Event Organizer di IISIP Jakarta” https://share.google/z3tiBhBvFlc6d5tZB

Kompetisi dance tersebut digelar sebagai bentuk inovasi baru dalam penyelenggaraan event di lingkungan IISIP Jakarta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk merancang konsep acara, tetapi juga mengaplikasikan strategi manajemen event mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Ketua Pelaksana INSYNC Alicya Sabrina Parera menjelaskan, kompetisi modern dance ini dipilih karena memiliki nilai kebaruan dibandingkan kegiatan sebelumnya. Ia menyebut bahwa konsep ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi event kampus IISIP Jakarta.

“Ini modern dance. Jadi konsepnya itu memang kita ingin menampilkan EO dari yang berbeda dari sebelumnya, kalau dilihat kompetisi modern dance ini menjadi suatu hal yang baru di IISIP Jakarta,” ujarnya.

Alicya menambahkan, penyelenggaraan INSYNC tidak hanya berfokus pada kompetisi semata, tetapi juga memiliki tujuan edukatif serta sebagai promosi institusi. Melalui event ini, mahasiswa IISIP Jakarta dapat menunjukkan bahwa mata kuliah Event Organizer di IISIP Jakarta mampu merancang kegiatan yang kreatif dan terkonsep.

“Karena sesuai namanya ya INSYNC, jadi kita ingin mengembangkan kreativitas anak-anak muda terutama Gen Z. Tentunya juga tidak luput dari kita untuk memperkenalkan IISIP Jakarta, kalau kita itu ada mata kuliah EO, dan melalui mata kuliah ini kita bisa mengelola sebuah event seperti salah satunya kompetisi modern dance ini,” jelasnya.

Salah satu peserta kompetisi dance tampil di hadapan dewan juri, Sabtu (17/1/2026). Foto: Muhamad Farhan

Baca Juga:

“Belajar Dari Mata Kuliah Event Organizer, Mahasiswa IISIP Jakarta Adakan Kompetisi Futsal Antar Sekolah” https://share.google/hB2iN37poa97HsINs

Kompetisi modern dance INSYNC juga disasarkan untuk peserta dari kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal tersebut terlihat dari konsep dekorasi yang didominasi warna pink sebagai bagian dari strategi pemasaran acara untuk menarik minat pelajar. 

“Kalau dilihat dari dekorasinya yang serba pink, memang itu menjadi marketing kita untuk menargetkan siswi SMA/SMK,” kata Alicya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti kompetisi ini terbilang cukup banyak. Total terdapat 72 peserta yang tergabung dalam delapan tim dance dari berbagai sekolah.

“Untuk jumlahnya ada 72 peserta yang terbagi ke dalam delapan tim,” tambahnya.

Sejak pendaftaran dibuka, antusiasme peserta dinilai cukup tinggi. Menurut Alicya, minimnya kompetisi modern dance di luar lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor yang mendorong para pelajar untuk berpartisipasi.

“Cukup tinggi ya, karena jarang ya perlombaan seperti ini selain di sekolah-sekolah mereka. Jadi mereka sangat bersemangat sekali untuk ikut mendaftarkan,” tutupnya.

Melalui INSYNC, mahasiswa IISIP Jakarta diharapkan mampu mengasah kemampuan manajerial, kreativitas, serta kerja sama tim dalam menyelenggarakan sebuah event. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi kampus sekaligus wadah penyaluran bakat generasi muda di bidang seni tari modern. (Muhamad Farhan)