Mata Kuliah SIM IISIP Jakarta Dorong Keunggulan Bisnis Berbasis Data

Mata kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM) IISIP Jakarta, bekali mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis dalam hadapi dunia industri. Foto: iStock

JAKARTA, IISIP – Mata kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan salah satu mata kuliah yang terdapat di Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Bisnis Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta). Mata kuliah tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa, dalam menghadapi dunia industri berbasis data yang relevan. 

Baca Juga:

“Program Studi Ilmu Administrasi IISIP Jakarta Belajar Apa Saja? Ini Dia Simak Penjelasannya” https://share.google/StNjs8K8SRffl25fl

Dosen pengampu mata kuliah SIM IISIP Jakarta Ai Heni Novianti, S.Sos., M.Si menjelaskan, dalam perkuliahan SIM para mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep pengolahan data, tetapi juga diarahkan untuk memahami data sebagai aset strategis organisasi. SIM menjadi fondasi penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang objektif dan terukur di lingkungan bisnis maupun organisasi modern.

“Mata kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM) di IISIP Jakarta dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola data menjadi aset strategis perusahaan. Mahasiswa belajar mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan data serta informasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang objektif,” jelas Ai Heni Novianti.

Kemudian para mahasiswa juga dilatih untuk memahami integrasi data lintas fungsi organisasi. Melalui pemanfaatan aplikasi, data dari berbagai lini seperti keuangan, pemasaran, hingga sumber daya manusia dapat terhubung secara konsisten demi mendukung pencapaian target bisnis secara efektif.

“Selain itu, mahasiswa akan mempelajari dan mempraktikkan cara mengintegrasikan data melalui aplikasi guna memastikan seluruh lini organisasi mulai dari keuangan, pemasaran, hingga sumber daya manusia dapat saling terhubung dan memiliki akses terhadap data yang konsisten demi mencapai target bisnis secara efektif,” lanjutnya.

Tidak hanya fokus pada aspek teknis, mata kuliah SIM di IISIP Jakarta juga membahas dimensi etika, sosial, dan politik dalam pemanfaatan teknologi informasi. Pendekatan tersebut bertujuan agar mahasiswa memiliki kesadaran moral dalam mengelola informasi yang berdampak pada perusahaan, pelanggan, serta kepercayaan publik.

Mengenai konteks bisnis dan organisasi modern, pemahaman terhadap peran SIM menjadi hal yang krusial. Sistem Informasi Manajemen tidak hanya berfungsi sebagai alat pendukung, tetapi juga sebagai penggerak utama keunggulan organisasi berbasis data.

“Peran utama yang harus dipahami oleh mahasiswa yaitu bagaimana SIM menjadi mesin penggerak yang membuat sebuah perusahaan atau organisasi menjadi lebih unggul berbasis data, cepat (efisien), namun tetap memiliki pondasi keamanan dan etika yang kuat,” tegas Ai Heni.

Ai Heni juga mengatakan terkait Keterkaitan antara SIM dan digital marketing. Menurutnya kedua bidang tersebut saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan bisnis dan efektivitas strategi pemasaran, sehingga hal tersebut dapat berjalan dengan semestinya. 

“Di dunia kerja, Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan digital marketing tidak bisa dipisahkan. Dapat dikatakan bahwa SIM berperan sebagai pengelola data, sementara digital marketing menjadi ujung tombak yang mentransformasi data menjadi pertumbuhan bisnis atau organisasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman mata kuliah SIM berperan besar dalam meningkatkan efektivitas strategi digital marketing. Tanpa sistem pengelolaan data yang baik, strategi pemasaran digital berpotensi kehilangan arah dan tidak efisien.

“Tanpa SIM, digital marketing akan kehilangan arah dan menjadi tidak efisien. Sebaliknya, tanpa digital marketing, data dan informasi yang ada tidak akan berubah menjadi pertumbuhan bisnis,” jelasnya.

Memastikan relevansi pembelajaran, IISIP Jakarta secara konsisten melakukan pembaruan kurikulum. Pembaruan tersebut dilakukan tidak hanya pada mata kuliah tertentu, tetapi mencakup seluruh mata kuliah di setiap semester agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kami melakukan pembaruan kurikulum bukan hanya pada mata kuliah tertentu, melainkan pada seluruh mata kuliah di setiap semester agar relevan dengan perkembangan IPTEK, kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta kurikulum Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI),” pungkas Ai Heni. (Muhamad Farhan)