
Ketua Prodi Ilmu Politik IISIP Jakarta Drs. Nazimin Saily, M.Si sebelum purna tugas memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru IISIP Jakarta, terkait Prodi Ilmu Politik. Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) menjadi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS), yang memiliki tujuan untuk mencetak profesional sekaligus calon pemimpin masa depan di bidang ilmu sosial dan politik. Melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), IISIP Jakarta menghadirkan program akademik yang relevan dengan perkembangan politik nasional maupun dinamika global.
Baca Juga:
“Prodi Ilmu Politik IISIP Jakarta Jalani Asesmen Lapangan Bersama Tim Asesor LAMSPAK” https://share.google/t1ACzcrAWbcEBdoL3
FISIP IISIP Jakarta berdiri untuk merespon kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ilmu politik dan pemerintahan. Sejak awal pendiriannya, fakultas ini konsisten dalam memberikan pendidikan berkualitas dengan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan zaman serta didukung oleh dosen-dosen yang kompeten dan berpengalaman.
Salah satu Program Studi (Prodi) yang berada di bawah naungan FISIP IISIP Jakarta ialah ilmu politik. Prodi tersebut telah melahirkan ratusan lulusan sarjana yang memiliki kemampuan akademik kuat dalam kajian politik Indonesia, politik lokal, serta isu otonomi daerah. Kompetensi-kompetensi ini menjadikan lulusan Ilmu Politik IISIP Jakarta mampu berperan secara profesional, baik secara individual maupun dalam konteks organisasi.
Ketua Prodi Ilmu Politik IISIP Jakarta Drs. Nazimin Saily, M.Si sebelum purna tugas pernah menegaskan bahwa mahasiswa Ilmu Politik IISIP Jakarta dibekali kemampuan untuk memahami sekaligus menyelesaikan persoalan-persoalan politik yang berkembang seiring perubahan situasi politik.
“Terkait kompetensi lulusan Ilmu Politik IISIP Jakarta itu, mampu mengidentifikasi, klasifikasi dan memecahkan masalah bagi persoalan-persoalan politik yang terkini dalam perubahan politik,” jelas Nazimin dalam podcast IISIP Jakarta.
Selain penguatan akademik, IISIP Jakarta juga telah menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui skema magang ini, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis serta wawasan dunia kerja, baik di lembaga pemerintahan maupun non pemerintahan, sebelum menyelesaikan masa studi.
“Pengetahuan yang diajarkan pada lulusan sarjana politik itu terkait dengan mata kuliah unggulan, seperti mata kuliah marketing politik, politik digital, politik Indonesia, kekuatan politik ini adalah mata kuliah unggulan yang terkait dengan konsentrasi tadi. Konsentrasi Ilmu Politik itu adalah politik Indonesia dan politik lokal,” kata Nazimin.
Nazimin juga menuturkan bahwa lulusan Ilmu Politik IISIP Jakarta memiliki keterampilan yang terintegrasi dengan pengetahuan aplikatif, sehingga siap bersaing di dunia kerja. Selama perkuliahan, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dilatih untuk melakukan analisis politik yang kontekstual dan kekinian.
“Kemampuan lulusan Ilmu Politik itu, dia memiliki pengetahuan mata kuliah yang ada di kurikulum. Mata kuliah itu misalnya adalah mampu membuat konten politik, mampu menganalisis politik, mahasiswa politik juga memiliki keterampilan seperti membuat menganalisis yang kontemporer yang berkembang pada saat ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, prospek karier lulusan ilmu politik sangat luas dan menjanjikan, mulai dari politisi, birokrat, hingga aktivis di berbagai lembaga.“Pasti itu, kerana mahasiswa politik memiliki keterampilan, pengetahuan yang bermanfaat bagi dunia kerja. Lulusan politik itu siap menjadi seorang politisi, seorang birokrat, seorang aktivis. Karena prospek pekerjaannya itu menyebar ke berbagai lembaga politik seperti lembaga pemerintahan DPR, Departemen Luar Negeri, kalau di non pemerintah bisa seperti di partai politik, lembaga independen seperti Bawaslu, KPU, dan lain sebagainya,” sambungnya.
Tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, IISIP Jakarta juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung pengembangan mahasiswa. Seminar, konferensi internasional, diskusi politik, hingga aktivitas organisasi kemahasiswaan yang menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta daya analisis yang dibutuhkan dalam dunia politik dan pemerintahan. (Muhamad Farhan)








