IISIP Jakarta Siapkan Jurnalis Profesional Lewat Kurikulum Adaptif dan Berbasis Industri

Potret sejumlah mahasiswa IISIP Jakarta yang berkesempatan melakukan Program Magang Industri di salah satu perusahaan media. Foto: IISIP Jakarta

JAKARTA, IISIP – Perkembangan pesat industri media saat ini menuntut jurnalis memiliki kemampuan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga tangguh di lapangan. Melihat tantangan yang kerap kali terjadi, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) melalui Konsentrasi Ilmu Jurnalistik terus berupaya untuk melakukan pembaruan sistem pembelajaran, agar selaras dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga:

“Lewat Program Magang, Mahasiswi IISIP Jakarta Perkuat Skill Jurnalistik dan Media Sosial”

https://share.google/c41QV3dTzrUES6sAU

Ketua Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta Rohmadtika Dita, S.Sos., M.Si. dalam kegiatan podcast IISIP Jakarta menuturkan, jurnalistik sejatinya merupakan rangkaian kerja yang kompleks dan berlapis. Proses ini menuntut ketajaman analisis, ketepatan verifikasi, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Jadi kalau kita lihat, jurnalistik adalah proses pencarian informasi dimulai dari riset, berikutnya peliputan dan wawancara, kemudian disunting, laporkan, dan disajikan melalui media massa dan media sosial,” ujar Rohmadtika Dita.

“Tapi jangan lupa dari proses penyajiannya yang cukup panjang, harus juga menaati kode etik jurnalistik. Karena itu pedoman profesi untuk para jurnalis,” lanjutnya. 

Rohmadtika Dita juga menjelaskan bahwa Konsentrasi Ilmu Jurnalistik di IISIP Jakarta sendiri, dalam membentuk karakter jurnalis yang profesional dan berintegritas, mahasiswa tidak hanya diajarkan menulis berita, tetapi juga dilatih menyusun informasi yang akurat dan bernilai dalam format berita.

“Kompetensi utamanya itu adalah bagaimana caranya menciptakan jurnalis yang profesional dan handal. Artinya bagaimana kita bisa menciptakan agar para mahasiswa bisa menyampaikan informasi yang baik dan benar dalam bentuk news dan views,” jelasnya.

Mewujudkan kompetensi tersebut, IISIP Jakarta telah merancang kurikulum yang responsif terhadap perubahan media. Kurikulum ini telah diperbaharui sejak 2020, dengan tujuan untuk menjembatani kebutuhan akademik dengan tuntutan industri media dan dunia usaha yang terus berkembang. Sehingga mahasiswa jurnalistik IISIP Jakarta dapat dipersiapkan menjadi jurnalis multitasking yang mampu menjalankan berbagai peran sekaligus dalam satu proses kerja jurnalistik.

“Nah bagaimana caranya untuk menciptakan para jurnalis yang profesional dan handal. Kami sudah merangkumnya dalam kurikulum, mereka dilatih untuk bisa menjadi jurnalis yang multitasking, karena memang kebutuhan di dunia jurnalistik saat ini, satu orang harus bisa mengerjakan semua,” ungkap Rohmadtika Dita.

“Jadi IISIP Jakarta sudah melakukan perubahan kurikulum secara besar, itu sudah kami lakukan sejak 2020. Tujuanya adalah untuk menyesuaikan kebutuhan dunia akademik dengan industri dan usaha,” tuturnya.

Pembaruan tersebut juga diimplementasikan ke dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui program ini, IISIP Jakarta dapat menjalankan dua program sebagai bagian dari penguatan pengalaman belajar mahasiswa, yaitu magang industri dan praktik kewirausahaan. 

“Perubahan ini juga sudah kami implementasikan dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Ada dua program yang sudah kami jalani, yaitu Program Magang Industri dan Praktik Kewirausahaan,” ujarnya.

Melalui Program Magang Industri, para mahasiswa Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta akan mendapatkan kesempatan belajar secara langsung mengenai ritme kerja di dunia media.

IISIP Jakarta saat ini telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan media untuk menyalurkan mahasiswa dalam menjalankan program tersebut, yang sesuai dengan bidang dan minatnya. Mitra-mitra tersebut diharapkan dapat memberi dampak yang relevan kepada mahasiswa, terhadap perkembangan industri media. (Muhamad Farhan)