Mahasiswi IISIP Jakarta Tembus 4 Besar dalam Lomba News Anchor Confest 2025

Potret Mahasiswi Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta Hilwa Urwatul Wutsqa, ikuti Lomba News Anchor yang diselenggarakan oleh HIMA KPI UIKA Bogor, dalam rangkaian event Communications Festival 2025. Foto: Hilwa Urwatul Wutsqa

JAKARTA, IISIP – Mahasiswi Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) Hilwa Urwatul Wutsqa, ikut berpartisipasi dalam Lomba News Anchor yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (HIMA KPI) Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA Bogor), dalam rangkaian event Communications Festival (Confest) 2025.

Baca Juga:

“Mahasiswi Jurnalistik IISIP Jakarta Ikuti Lomba News Anchor di Confest 2025 UIKA Bogor” https://share.google/KndhztbtBfiYBiMiD

Perlombaan ini sebelumnya telah digelar sejak Minggu, 30 November 2025. Berdasarkan hasil penilaian juri pada Sabtu, 13 Desember 2025, Hilwa berhasil menduduki posisi keempat dari 29 peserta lomba dengan perolehan skor sebesar 356.

Sementara skor tertinggi telah diraih oleh perwakilan mahasiswa dari LP31 Jakarta Kampus Depok, dengan jumlah mencapai 369.

Meskipun Hilwa telah gugur dalam ajang bergengsi ini. Namun, perjuangannya telah memberikan dedikasi baik serta membangun semangat seluruh mahasiswa IISIP Jakarta dalam memperoleh prestasi secara non-akademik. 

Sebelumnya pada 9 Desember 2025, Hilwa juga mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut berawal dari ketidaksengajaan saat melihat informasi lomba di media sosial. “Awalnya aku ikut lomba ini hanya iseng. Waktu lagi buka Instagram, tiba-tiba lewat info tentang lombanya. Sempat mikir juga mau ikut atau tidak, karena merasa skill yang aku punya masih harus banyak belajar dan belum terlalu bagus. Tapi karena didukung orang tua, akhirnya aku memberanikan diri untuk daftar dan mencoba ikut lomba ini,” ujarnya.

Sebelum mengikuti lomba, Hilwa melakukan sejumlah persiapan yang menurutnya tidak terlalu rumit. Ia berlatih membaca naskah, memperhatikan gestur tubuh, serta melatih ekspresi wajah agar lebih natural saat tampil di depan kamera.

Hilwa juga menjelaskan, dalam lomba tersebut para peserta diberikan tiga pilihan isu berita, diantaranya tentang event Confest 2025, konflik di Palestina, dan kericuhan demonstrasi di Indonesia. Berdasarkan ketiga topik yang tersedia, Hilwa sendiri memilih isu terakhir karena dinilai relevan dan memiliki dampak sosial yang penting untuk diangkat.

Tidak hanya itu, Hilwa pun membagikan tantangan terbesar yang ia rasakan saat membawakan berita. Menurutnya, aspek intonasi dan gestur sering kali menjadi bagian paling sulit untuk dikendalikan.

“Menurut aku, bagian yang paling menantang itu ada di intonasi dan gestur. Kadang saat sudah lancar membaca naskah, aku jadi kurang sadar kalau terlalu diam dan kurang menggunakan gerakan tubuh. Kalau penguasaan naskah sih sudah lumayan, tapi masih suka kurang peka ketika ada kata atau kalimat tertentu yang seharusnya ditekankan,” ungkapnya.

Partisipasi Hilwa dalam Lomba News Anchor Confest 2025 tidak hanya menjadi pengalaman berharga secara personal, tetapi juga mencerminkan usaha mahasiswa IISIP Jakarta dalam mengembangkan kompetensi jurnalistik dan penyiaran. Prestasi non-akademik ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa IISIP Jakarta lainnya untuk aktif mengasah kemampuan, memperluas pengalaman, serta membawa nama institusi semakin dikenal di tingkat yang lebih tinggi. (Muhamad Farhan)