Mahasiswa IISIP Jakarta Hadiri Diskusi Diplomasi Publik Bersama Kemenlu, Bahas Peran Pemuda di Kancah Internasional

Potret mahasiswa IISIP Jakarta melakukan foto bersama anggota-anggota Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (FKMHII), di kegiatan diplomasi publik yang digelar Kemenlu, Selasa (9/12/2025). Foto: Ghanes Mesysyah Nugraha

JAKARTA, IISIP – Dua mahasiswa IISIP Jakarta berkesempatan menghadiri kegiatan diplomasi publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dalam program Ngobrol Asik Diplomasi Seri-2 dengan tajuk “Peran Pemuda sebagai Agen Diplomasi Soft Power Indonesia” pada Selasa (9/12/2025). Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya Kemenlu dalam menggandeng generasi muda, untuk memperluas pemahaman terkait peran pemuda dalam diplomasi Indonesia. 

Baca Juga:

“Belasan Mahasiswa IISIP Jakarta Hadiri AFPC, Bahas Isu Strategis ASEAN” https://share.google/pauGrRSbhUwOOkiBa

Diskusi tersebut berfokus pada tatacara pemuda untuk mengambil peran aktif dalam diplomasi, baik melalui akademik maupun kontribusi di ruang publik. Mahasiswa diajak untuk memahami peluang besar yang dimiliki generasi muda dalam membawa nama Indonesia ke tingkat internasional.

Perwakilan mahasiswa IISIP Jakarta yang hadir pada acara ini terdapat Ghanes Mesysyah Nugraha dan Bagus Rizky Putra Anggoro, keduanya merupakan bagian dari anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional IISIP Jakarta (HIMAHI IISIP Jakarta). Mereka hadir sebagai delegasi resmi yang diberi kesempatan melalui Koordinator Wilayah 2 Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (FKMHII) kepada HIMAHI IISIP Jakarta. 

Ghanes menjelaskan bahwa mereka mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta diskusi yang diselenggarakan Kemenlu. Ia menyebut bahwa acara ini memberikan banyak wawasan bagi mahasiswa, terutama terkait diplomasi Indonesia di era modern.

“Iya benar, peran kami sebagai audiensi dari diskusi yang dilaksanakan Kemenlu,” ujar Ghanes.

Melalui penjelasannya, Ghanes juga mengatakan bahwa kesempatan menjadi agen diplomasi tidak hanya terbuka bagi mahasiswa Hubungan Internasional, tetapi juga bagi mahasiswa dari berbagai jurusan lain. “Kita di situ berdiskusi mengenai bagaimana kita sebagai pemuda bisa dan terbuka kesempatan yang besar untuk menjadi agen diplomasi yang menjadi penggerak pemuda Indonesia di kancah internasional. Bukan hanya dari mahasiswa Hubungan Internasional saja, tetapi mahasiswa dari jurusan lain pun mempunyai kesempatan yang sama, karena di dunia internasional banyak isu yang dapat dibahas,” tuturnya.

Selain diskusi formal, terdapat pula momen menarik yang dialami para mahasiswa IISIP Jakarta selama mengikuti acara tersebut. Ghanes menceritakan bahwa mereka berkesempatan berbincang langsung dengan Direktur Diplomasi Publik Kemenlu Ani Nigeriawati, dalam sesi waktu luang setelah kegiatan berlangsung. Pertemuan singkat ini memberikan pengalaman tambahan bagi para mahasiswa mengenai akses dan peluang yang terbuka di Kemenlu.

“Momen menarik ada di saat free time setelah diskusi. Kami berkesempatan untuk mengobrol dengan Direktur Diplomasi Publik Kemenlu Ibu Ani Nigeriawati, yang sangat terbuka untuk kita bisa menggunakan berbagai fasilitas dengan tujuan yang jelas di Kementerian Luar Negeri Indonesia,” ungkapnya.

Ghanes menilai bahwa pembahasan dalam kegiatan tersebut sangat relevan untuk dijadikan topik diskusi kelas bagi mahasiswa Hubungan Internasional. Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya perlu memahami teori, tetapi juga berani memulai langkah konkret untuk berkontribusi dalam isu-isu global.

“Pembahasan yang relevan adalah bagaimana peran kami terutama sebagai mahasiswa Hubungan Internasional tidak hanya memperdalam teori saja tetapi juga berani untuk memulai dengan cara kami sendiri untuk membuat suatu gebrakan yang impactful for our future,” tutupnya. (Muhamad Farhan)