
Mahasiswa IISIP Jakarta memberikan edukasi mengenai bullying kepada siswi SDN 09 Lenteng Agung, dengan cara lewat games edukasi, Jumat (12/12/2025). Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Sejumlah mahasiswa dan dosen Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Jumat, (12/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 09 Lenteng Agung (SDN 09 Lenteng Agung), dengan memberikan edukasi mengenai bullying.
Baca Juga:
“Dosen dan Mahasiswa IISIP Jakarta Gelar PKM di SMK Tanjung Barat” https://share.google/SF4mbBOkz8PJYWa98
Pelaksanaan PKM kali ini merupakan implementasi dari mata kuliah Pemasaran Sosial, dalam kegiatan tersebut mahasiswa didampingi oleh dua dosen, yaitu Drs. Teguh Tjatur Pramono, M.M. dan Rohmadtika Dita, S.Sos., M.Si. Kehadiran para dosen pendamping ini menjadi dukungan bagi mahasiswa dalam menerapkan konsep komunikasi dan pemasaran sosial secara langsung di masyarakat.
Mahasiswa Konsentrasi Ilmu Manajemen Komunikasi IISIP Jakarta Ahmad Meidzal Syauqii menjelaskan, kegiatan ini merupakan pembelajaran yang dilakukan secara praktis dari mata kuliah yang mereka pelajari. Para mahasiswa IISIP Jakarta diarahkan untuk bisa berbagi ilmu terhadap masyarakat yang berada di sekitar IISIP Jakarta, dalam bentuk pengabdian.
“Jadi PKM ini implementasi dari mata kuliah pemasaran komunikasi di IISIP Jakarta. Dalam pelaksanaan tersebut kita memilih Sekolah Dasar 09 Lenteng Agung (SD 09 Lenteng Agung) sebagai tempat atau target audiens kita. Selain itu, karena lokasi sekolah ini dekat dengan kampus, maka kita ingin mencoba mengedukasi kepada masyarakat terutama di kalangan pelajar yang dekat dengan Kampus Tercinta,” ujarnya.
Pemilihan topik bullying bukan tanpa alasan. Menurut hasil observasi awal mahasiswa, tindakan perundungan masih sering terjadi di tingkat sekolah dasar. “Kenapa kita membahas topik ini? Karena dari hasil yang kita ketahui, perlakuan bullying itu sering sekali terjadi di SD. Maka dari itu, kami memilih topik tersebut untuk memberikan literasi agar dapat dihindari oleh para siswa-siswi,” jelas Ahmad.

Potret sejumlah siswa SDN 09 Lenteng Agung menari di depan kelas, yang diiringi musik anak-anak tentang bullying, Jumat (12/12/2025). Foto: Muhamad Farhan
Baca Juga:
“Mahasiswa IISIP Jakarta Gelar PKM, Edukasi Siswa SMK Tanjung Barat tentang Dampak Brain Rot”
https://share.google/AGAROnDnZPzZCvLvW
Selama PKM berlangsung, puluhan siswa-siswi SDN 09 Lenteng Agung juga terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selain mendapatkan edukasi mengenai bullying, para murid juga diajak bermain games edukatif yang dirancang untuk membantu mereka memahami cara mencegah dan menangani tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan PKM ini, Ahmad berharap para siswa mampu mengenali dan menghindari perilaku perundungan sejak dini.
“Ya harapan kami selain menumbuhkan sikap berani melapor terhadap perlakuan bullying, kami juga ingin mereka memahami bagaimana cara untuk menghindari perlakuan tersebut,” tukas Ahmad.
Mengenai Isu bullying sendiri di Indonesia masih menjadi perhatian serius, terutama di lingkungan sekolah dasar. Berbagai laporan menunjukkan bahwa perundungan verbal, fisik, hingga sosial kerap terjadi dan berdampak pada kesehatan mental serta perkembangan karakter anak. Minimnya literasi tentang bullying membuat sebagian siswa tidak memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, atau memaksa teman merupakan bentuk perundungan.
Upaya edukasi seperti yang dilakukan mahasiswa IISIP Jakarta ini menjadi hal penting dalam menekan kasus bullying di sekolah. Melalui pendekatan sederhana, komunikatif, dan disertai permainan edukatif, siswa dapat lebih mudah memahami bahaya bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan. (Muhamad Farhan)








