
Inilah tiga tim IISIP Jakarta yang berhasil sapu bersih dalam lomba debat yang digelar ABK PMI Jakarta, Sabtu (13/12/2025). Foto: IISIP Jakarta
JAKARTA, IISIP – Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) kembali menorehkan prestasi dalam ajang lomba debat yang diselenggarakan oleh ABK PMI Jakarta, pada Sabtu (13/12/2025). Seluruh tim yang dikirimkan IISIP Jakarta berhasil meraih juara mulai dari 1, 3, dan harapan 1.
Baca Juga:
“Selamat dan Sukses: Tim Kessos Samudra Raih Juara Satu Lomba Debat IISIP Jakarta 2025” https://share.google/wO7nNCkcJLKF7aHK5
Kompetisi debat tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Dies Natalis ke-10 ABK PMI Jakarta. IISIP Jakarta mengirimkan tiga tim debat yang berasal dari berbagai program studi untuk mengikuti perlombaan tersebut.
Tim Juara 1 diraih oleh pasangan Buti Adia Darma dan Masyaa Nasywaa Puteri. Sementara, Juara 3 berhasil diraih oleh Shindy Yuniar dan Nurrizqiyah Hilman, serta Juara Harapan 1 diraih oleh Alif Ramadhan dan Laras Weningtyas.
Salah satu peserta lomba debat, Laras Weningtyas, menjelaskan bahwa keikutsertaan IISIP Jakarta dalam lomba tersebut berawal dari undangan resmi yang dikirimkan oleh pihak ABK PMI Jakarta kepada Kampus Tercinta. Undangan tersebut mencakup berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka perayaan Dies Natalis.
“Awalnya, IISIP Jakarta mendapat undangan dari ABK PMI Jakarta yang sedang menyelenggarakan Festival Dies Natalis ke-10. Dalam acara tersebut terdapat beberapa perlombaan, seperti lomba debat, cerdas cermat, tari daerah, dan lomba lainnya,” ujar Laras.
Melalui undangan tersebut, pihak IISIP Jakarta kemudian mendaftarkan tiga tim debat yang berasal dari Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Politik, dan Hubungan Internasional. Pendaftaran ini dilakukan beberapa hari sebelum acara perlombaan dilaksanakan.
Selama perlombaan berlangsung, para peserta dihadapkan dengan berbagai isu aktual yang disesuaikan dengan mosi yang diberikan oleh panitia. Laras menyebut terdapat enam topik utama yang telah disiapkan sebagai bahan debat.
“Panitia sudah menyampaikan bahwa ada enam topik utama yang akan dijadikan mosi debat, yaitu inflasi dan kebijakan fiskal di Indonesia, budaya sosial di masyarakat Indonesia, pemerataan ekonomi yang adil di Indonesia, literasi digital di masa kini, hukum dan kebijakan kesehatan, serta pendidikan dan keterampilan hidup praktis,” jelasnya.
Menghadapi kompetisi tersebut, setiap tim melakukan persiapan secara intensif, meskipun waktu yang tersedia terbilang terbatas. Tim Laras sendiri, telah mempersiapkan dengan mempelajari berbagai topik dan argumen yang akan muncul dalam debat.
“Kami mempelajari dasar-dasar dari keenam topik tersebut, mencari undang-undang yang berkaitan, serta menyiapkan berbagai kemungkinan argumen, baik untuk posisi pro maupun kontra,” kata Laras.
Laras juga menuturkan bahwa tantangan terbesar dalam lomba debat ini adalah keterbatasan waktu dalam menyusun argumen. Setiap tim hanya diberi waktu sekitar 15 menit untuk melakukan case building sebelum debat dimulai.
“Tantangan terbesar adalah menyusun dan mengumpulkan argumen dalam waktu yang sangat singkat. Selain itu, mempertahankan argumen sesuai posisi serta menyanggah argumen lawan dalam waktu satu menit juga menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.
Keberhasilan ketiga tim IISIP Jakarta meraih juara sekaligus memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Laras mengaku tidak menyangka bahwa seluruh tim yang dikirimkan mampu membawa pulang prestasi.
“Alhamdulillah, kami merasa sangat bersyukur dan senang. Kami tidak menyangka bahwa ketiga tim IISIP Jakarta bisa sama-sama meraih juara, apalagi ini merupakan pengalaman pertama kami mengikuti lomba debat,” ujarnya.
Ia menilai bahwa faktor utama keberhasilan IISIP Jakarta dalam lomba debat tersebut adalah kemampuan tim dalam mengelola data, menyusun argumen secara cepat, serta menyampaikan pendapat dengan tegas dan meyakinkan.
“Menurut saya, faktor utamanya adalah kemampuan masing-masing tim dalam mengumpulkan data saat case building dengan waktu yang sangat singkat serta mempertahankan argumen dengan penyampaian yang meyakinkan,” jelas Laras.
Melalui ajang ini, mahasiswa IISIP Jakarta tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, public speaking, serta kepercayaan diri. Prestasi tersebut sekaligus menjadi tanda IISIP Jakarta dalam mendukung pengembangan akademik dan kompetensi mahasiswa di berbagai bidang. (Muhamad Farhan)








