Mahasiswi Jurnalistik IISIP Jakarta Ikuti Lomba News Anchor di Confest 2025 UIKA Bogor

Potret Mahasiswi Konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta Hilwa Urwatul Wutsqa, ikuti Lomba News Anchor yang diselenggarakan oleh HIMA KPI UIKA Bogor, dalam rangkaian event Communications Festival 2025. Foto: Hilwa Urwatul Wutsqa

JAKARTA, IISIP – Mahasiswi Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) Hilwa Urwatul Wutsqa, turut berpartisipasi dalam Lomba News Anchor yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (HIMA KPI) Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA Bogor), dalam rangkaian event Communications Festival (Confest) 2025.

Baca Juga:

“Selamat dan Sukses: Tim Kessos Samudra Raih Juara Satu Lomba Debat IISIP Jakarta 2025”

https://share.google/o60TMJA7LJ7KjNP90

Hilwa mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut berawal dari ketidaksengajaan saat melihat informasi lomba di media sosial. “Awalnya aku ikut lomba ini hanya iseng. Waktu lagi buka Instagram, tiba-tiba lewat info tentang lombanya. Sempat mikir juga mau ikut atau tidak, karena merasa skill yang aku punya masih harus banyak belajar dan belum terlalu bagus. Tapi karena didukung orang tua, akhirnya aku memberanikan diri untuk daftar dan mencoba ikut lomba ini,” ujarnya.

Sebelum mengikuti lomba, Hilwa melakukan sejumlah persiapan yang menurutnya tidak terlalu rumit. Ia berlatih membaca naskah, memperhatikan gestur tubuh, serta melatih ekspresi wajah agar lebih natural saat tampil di depan kamera.

“Sebenarnya untuk persiapan tidak terlalu gimana-gimana sih, paling aku mulai baca berita yang aku buat, terus juga latihan gestur dan ekspresi wajah supaya enak dilihat. Kemudian karena aku ikut Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (HIMAJUR) juga yang sering melakukan kegiatan peliputan, jadi ketika ikut lomba seperti ini sudah terbiasa,” kata Hilwa.

Hilwa kembali menjelaskan, dalam lomba tersebut para peserta diberikan tiga pilihan topik berita, diantaranya tentang event Confest 2025, konflik di Palestina, dan kericuhan demonstrasi di Indonesia. Berdasarkan ketiga topik yang tersedia, Hilwa sendiri memilih isu terakhir karena dinilai relevan dan memiliki dampak sosial yang penting untuk diangkat.

Tidak hanya itu, Hilwa juga membagikan tantangan terbesar yang ia rasakan saat membawakan berita. Menurutnya, aspek intonasi dan gestur sering kali menjadi bagian paling sulit untuk dikendalikan.

“Menurut aku, bagian yang paling menantang itu ada di intonasi dan gestur. Kadang saat sudah lancar membaca naskah, aku jadi kurang sadar kalau terlalu diam dan kurang menggunakan gerakan tubuh. Kalau penguasaan naskah sih sudah lumayan, tapi masih suka kurang peka ketika ada kata atau kalimat tertentu yang seharusnya ditekankan,” ungkapnya.

Hilwa juga menyampaikan, dengan  mengikuti Lomba News Anchor. Hal ini dapat menjadi pengalaman berharga dan mendorongnya untuk semakin serius dalam mengembangkan karier di dunia jurnalistik maupun penyiaran.

“Sangat berpengaruh sih, selain jadi pengalaman baru, kalau bisa menang pastinya bakal jadi nilai plus di portofolio aku,” tutupnya.

Melalui partisipasi mahasiswa IISIP Jakarta dalam ajang seperti Confest 2025. Kompetisi ini diharapkan dapat memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat profil akademik dan profesional di bidang ilmu komunikasi. (Muhamad Farhan)