
Potret salah satu tim Kessos Samudra memberikan argumentasi kepada dewan juri, dalam pelaksanaan Lomba Debat IISIP Jakarta yang digelar oleh BEM IISIP Jakarta di ruang AVA-B IISIP Jakarta, Jumat (5/12/2025). Foto: Muhamad Farhan
JAKARTA, IISIP – Program Studi (Prodi) Ilmu Kesejahteraan Sosial Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), berhasil meraih juara satu dalam Lomba Debat IISIP Jakarta 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IISIP Jakarta pada Jumat, (5/12/2025). Kompetisi ini mempertemukan tiga tim dari berbagai program studi yang lolos tahap verifikasi.
Baca Juga:
“BEM IISIP Jakarta Gelar Lomba Debat 2025, Tiga Kompetitor Lolos Ikuti Perdebatan” https://share.google/DkfbCR8iDvBjyD58t
Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial IISIP Jakarta dalam perlombaan tersebut, diwakilkan oleh tim Kessos Samudra (Solidaritas Muda untuk Ketahanan Pesisir dan Aksi Iklim), mereka terdiri atas tiga mahasiswa, diantaranya terdapat Buti Adia Darma, Laras Weningtyas, dan Masyaa Nasywaa Puteri. Tim Kessos Samudra berhasil menampilkan performa terbaik dalam penyampaian argumen, penalaran isu, serta gagasan solutif terkait tema besar yang diangkat pada kompetisi tahun ini.
Salah satu tim Kessos Samudra Laras Weningtyas mengungkapkan rasa bahagia atas pencapaian tersebut. Sebab, menurut Laras kompetisi ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi tim Kessos Samudra dalam melewati proses panjang pada saat berkompetisi.
“Pertama-tama, kami merasa sangat bersyukur dan senang karena bisa meraih juara satu. Mengingat lawan yang kami hadapi juga kuat, kemenangan ini sekaligus menjadi apresiasi atas kerja keras, koordinasi, dan persiapan yang kami lakukan selama proses mengikuti lomba. Kami bangga dapat membawa nama Prodi Kessos, dan pengalaman ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan kemampuan dan tidak cepat puas,” ujar Laras.
Selama berlangsungnya kompetisi, Tim Kessos Samudra mengangkat isu kerentanan pesisir Marunda, mulai dari banjir Rob, penurunan tanah, keterbatasan air bersih, hingga sanitasi yang belum memadai. Isu tersebut dinilai relevan dengan perkembangan krisis iklim yang semakin berdampak pada kehidupan masyarakat pesisir.
“Kami membahas isu mengenai kerentanan pesisir di Marunda, khususnya permasalahan banjir Rob, penurunan tanah, keterbatasan akses air bersih, dan kondisi sanitasi yang belum memadai. Selain itu, kami menyoroti dampaknya terhadap kesehatan, aktivitas ekonomi, serta kesiapsiagaan masyarakat,” jelas Laras.
Mengenai persiapan kompetisi, Laras juga menyampaikan bahwa persiapan tim dimulai dengan pengumpulan data dari berbagai sumber kredibel, seperti jurnal ilmiah, laporan pemerintah, dan berita nasional. Hal ini dilakukan untuk merumuskan argumen yang komprehensif dan berbasis konteks lapangan.
“Kami mengumpulkan data relevan mengenai kondisi pesisir Marunda, lalu mengidentifikasi akar masalah dan menyusun kerangka argumen. Kami juga melakukan latihan penyampaian agar argumennya lebih terstruktur dan kuat,” kata Laras.

Suasana ruang AVA-B IISIP Jakarta dalam pelaksanaan Lomba Debat IISIP Jakarta 2025, yang diikuti oleh tiga program studi, Jumat (5/12/2025). Foto: Muhamad Farhan
Keberhasilan tim Kessos Samudra ini tidak lepas dari dukungan Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Nyala Candrika Tifani, S.Sos, M.Kesos. Sebagai ketua program studi, Nyala memberikan arahan yang dapat membantu memperjelas fokus kajian dan relevansi isu dengan perspektif Kessos.
Tidak hanya itu, Laras juga menjelaskan tentang strategi efektif yang membawa mereka meraih kemenangan. Strategi tersebut disusun melalui pendalaman materi sejak awal, sehingga argumen yang disampaikan tidak hanya cepat tetapi juga akurat dan logis.
“Kami memastikan pemahaman materi benar-benar matang, dengan penguasaan data dan alur logika yang jelas. Kami lebih berani dalam menyampaikan argumen, termasuk saat menjawab secara spontan,” ujarnya.
Keberhasilan mereka dalam memenangkan kompetisi, tentu tidak luput dari tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan terbesar menurut Laras adalah menyederhanakan informasi yang kompleks menjadi argumen yang ringkas.
“Isu Marunda itu luas, sehingga kami harus selektif memilih data yang paling penting. Dengan menyusun kerangka argumen dan melakukan penyempurnaan beberapa kali, kami bisa menyampaikannya lebih efektif,” jelasnya.
Kemenangan tim Kessos Samudra juga menjadi bukti bahwa mahasiswa IISIP Jakarta mampu bersaing dalam kompetisi akademik, sekaligus menghasilkan gagasan yang berpihak pada masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis, argumentatif, dan kreatif.
Sebagai informasi, Lomba Debat IISIP Jakarta 2025 ini dibuka untuk seluruh konsentrasi/program studi di Kampus Tercinta. Namun setelah melalui proses verifikasi, hanya tiga program studi yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti putaran debat, diantaranya terdapat Ilmu Politik, Kesejahteraan Sosial, dan Hubungan Internasional.
Kompetisi yang digelar BEM IISIP Jakarta, juga dilakukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun IISIP Jakarta yang ke-72. (Muhamad Farhan)








