IISIP Jakarta Hadiri CIFP 2025: Konferensi Politik Luar Negeri Terbesar di Indonesia

Suasana acara CIFP 2025 yang digelar FPCI di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka, Sabtu (29/11/2025). Foto: IISIP Jakarta

JAKARTA, IISIPForeign Policy Community of Indonesia (FPCI) kembali menggelar Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Sebagai Institusi pendidikan tinggi di bidang Ilmu Sosial dan Politik, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) tutut menyemarakkan kegiatan tersebut. 

Baca Juga:

“Jalin Kerja Sama, Puluhan Mahasiswa Serta Dosen IISIP Jakarta Hadiri Festival CIFP di The Kasablanka Hall”

https://share.google/Pwem7PBwCR5Ilk6pu

CIFP merupakan konferensi politik luar negeri nasional terbesar di dunia. Setiap tahunnya, konferensi ini dihadiri belasan ribu peserta dari berbagai penjuru tanah air dan internasional.

Satu tahun sebelumnya, acara ini pernah terlaksana dengan konsep serupa. Hanya saja saat itu FPCI mengusung tema yakni “Can Middle Powers Calm the Storm and Fix the World?”, pembahasan tersebut dirasa sangat relevan dengan situasi dari meningkatnya ketegangan dan persaingan geopolitik AS-Cina serta stagnasi sistem dunia.

Sementara kegiatan CIFP 2025 pada kali ini bertajuk “Preparing for the Next World Order: Indonesia, the Global South, and the West“. Tema tersebut dipilih sebagai refleksi dari perkembangan dunia yang sedang mengalami transisi dari liberal international order ke arah suatu tatanan berikut yang wujudnya masih samar.

Potret Perwakilan IISIP Jakarta pada Acara Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka, Sabtu (29/11/2025). Foto: IISIP Jakarta

Pelaksanaan kegiatan CIFP 2025 dibuka secara gratis untuk semua kalangan, mulai dari menteri, pejabat, duta besar, diplomat, politisi, selebriti, pakar, opinion leaders, peneliti, pengusaha, militer, intelijen, aktivis, wartawan, dosen, mahasiswa hingga publik umum. 

Acara tersebut terdiri dari belasan sesi paralel yang dimulai sejak pukul 09.00 hingga 19.00 WIB. Konferensi ini juga dirancang dengan melibatkan lebih dari 50 pembicara, baik dari dalam maupun luar negeri. 

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Kampus Tercinta tentu ikut berpartisipasi dalam menyikapi kegiatan tersebut. Sebanyak 10 mahasiswa dan satu Dosen IISIP Jakarta ikut menyemarakkan CIFP 2025.

Keterlibatan IISIP Jakarta dalam acara ini menjadi kesempatan IISIP Jakarta untuk memperluas wawasan akademik civitas kampus terhadap dinamika politik global yang terus berkembang. Partisipasi tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para pakar dan praktisi internasional, sehingga mampu memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai hubungan internasional dan peran Indonesia secara global. (Muhamad Farhan)