
Sejumlah Dosen IISIP Jakarta bersama guru serta siswa-siswi SRMA 10 Jakarta Selatan, melakukan foto bersama usai acara berakhir. Foto: IISIP Jakarta
JAKARTA, IISIP – Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta) hadiri undangan sebagai pembicara pada sosialisasi di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2025). Dosen IISIP Jakarta yang menjadi pembicara, yaitu Nyala Candrika Tifani, M.Kesos., Rohmadtika Dita, M.Si., Rachmayani, M.Si., dan M. Ikhwan Hakiki, M.I.Pol. Kegiatan ini menjadi momentum IISIP Jakarta dalam membahas literasi media melawan hoaks dan kekerasan digital bagi siswa Sekolah Rakyat.
Baca Juga:
“IISIP Jakarta Gelar PKM di SMK PGRI 23 Jakarta”
https://share.google/FTNDt7FVoge04GTHx
Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin di Indonesia. Pendidikan ini mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA), dan salah satu diantaranya ialah SRMA 10 Jakarta Selatan.
Sebagai institusi pendidikan tinggi Kampus Tercinta IISIP Jakarta menyambangi sekolah tersebut, guna membangun pengetahuan dan pengalaman kepada para siswa di Sekolah Rakyat mengenai bahaya hoaks dan kekerasan digital.
Nyala Candrika Tifani, M.Kesos. menjelaskan, selama kegiatan berlangsung. Terdapat beberapa materi yang disampaikan oleh Dosen IISIP Jakarta yang ikut terlibat, diantaranya penjelasan mengenai hoaks, cyberbullying, pelecehan daring (online harassment), ujaran kebencian (hate speech), dan doxing. Literasi media sebagai solusi atas dampak hoaks dan kekerasan digital tersebut.
Berdasarkan materi-materi yang telah disampaikan, para siswa-siswi SRMA 10 Jakarta Selatan diharapkan dapat menyerap manfaat yang berguna bagi mereka agar mampu membangun ruang digital yang sehat dan aman.

Potret pelaksanaan presentasi dari tim IISIP Jakarta kepada siswa-siswi SRMA 10 Jakarta Selatan. Foto: IISIP Jakarta
Baca Juga:
“Gelar PKM di SMK PGRI 23 Jakarta, Siswi Kelas 12 Tertarik Lanjut Kuliah di IISIP Jakarta”
https://share.google/MZIwowOlFCnXe99Wi
Acara ini juga disambut antusias oleh siswa-siswi SRMA 10 Jakarta Selatan, banyak dari mereka aktif mengajukan berbagai pertanyaan kepada pembicara. Sehingga pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung interaktif.
“Diskusi berjalan dengan interaktif, diselingi games untuk membangun mood siswa. Siswa bergantian menyampaikan pandangan dan menjawab pertanyaan diskusi. Dari kegiatan ini kami menilai antusias siswa yang baik,” kata Nyala.
Nyala juga berharap kegiatan sosialisasi ini dapat berlanjut secara rutin. Mengingat sebagian besar siswa SRMA berasal dari keluarga prasejahtera dan rentan terhadap risiko digital.
“Kami berharap untuk terus dilibatkan dan berkolaborasi dalam program ini, beberapa kegiatan sudah kami diskusikan sebagai rencana di masa yang akan datang. Kami juga sudah mulai bicara tentang kemungkinan MoU yang akan disepakati dalam bentuk kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi,” tutupnya. (Muhamad Farhan)








