Empat Dosen IISIP Jakarta Ikuti Indonesia AI Day 2025 untuk Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi

Empat Dosen IISIP Jakarta hadiri kegiatan konferensi pendidikan Indonesia AI Day for Higher Education 2025 yang digagas Indosat Ooredoo Hutchison di Dua Mutiara Ballroom, JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (18/11/2025). Foto: IISIP Jakarta

JAKARTA, IISIP – Empat tenaga pengajar Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP Jakarta), hadiri kegiatan konferensi pendidikan Indonesia AI Day for Higher Education 2025 yang digagas Indosat Ooredoo Hutchison dengan tajuk “Experience the Shift: From Traditional to Tech-Driven Education” di Dua Mutiara Ballroom, JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (18/11/2025). 

Baca Juga:

“Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Global: IISIP Jakarta Hadir dalam Kajian Publik Kemenko Polkam”

https://share.google/unamJUh51DvNguoA9

Kegiatan Indonesia AI Day for Higher Education 2025 yang diselenggarakan Indosat Ooredoo Hutchison merupakan komitmen Indosat dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan tinggi. Melalui acara ini, diharapkan seluruh pendidikan tinggi yang terdapat di Indonesia dapat berkontribusi dalam membangun masa depan pendidikan tinggi yang lebih adaptif dan inovatif. 

Sebagai perwakilan institusi pendidikan tinggi, IISIP Jakarta hadir bersama empat Dosen, diantaranya terdapat Irmawan Effendi, S.Sos, M.Si, Oodie Bagus Saputra, S.Sos, M.A, Muhammad Hardiansyah, S.Sy, M.Sy, dan Rohmadtika Dita, S.Sos, M.Si.

Pelaksanaan acara ini juga menghadirkan pembicara seperti Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Dr. M. Faudzan Adziman, S.T, M.Eng, dan Co-Director of The Global Institute for Emerging Technologies, The Education University of Hong Kong Prof. Cher Ping Lim.

Melalui paparannya, Dr. M. Faudzan Adziman, S.T, M.Eng menjelaskan, bahwa sains dan teknologi berperan penting sebagai fondasi pembangunan ekonomi Indonesia. Kemudian menurutnya, terdapat dua pilar yang dapat dilakukan untuk mewujudkan rancangan tersebut. Pertama, penguatan aspek perangkat lunak melalui percepatan adopsi AI di berbagai sektor. Kedua, pembangunan infrastruktur teknologi yang dapat menjadi fondasi bagi transformasi digital berbasis nasional. 

Sementara Prof. Cher Ping Lim dalam presentasinya ia menyebutkan, negara Asia dapat berpotensi menjadi kekuatan ekonomi global pada 2050 mendatang. Namun hal tersebut masih menghadapi tantangan, ketimpangan, urbanisasi, dan kesenjangan akses pendidikan. Maka dari itu, Prof. Cher Ping Lim menekankan bahwa transformasi digital harus diiringi dengan pemerataan kualitas, agar dapat tercapai dengan semestinya. 

Melalui keikutsertaan IISIP Jakarta dalam konferensi ini, diharapkan setiap institusi pendidikan tinggi dapat semakin siap menghadapi perubahan di era pendidikan berbasis teknologi serta memperkuat perannya dalam membangun ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan. (Muhamad Farhan)