Stereotip dan Prasangka dalam Komunikasi Antar Etnis (Suatu tinjauan Teoritis Komunikasi antar Budaya)

 

Abstrak :

Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa (etnik), sehingga disebut sebagai masyarakat yang majemuk. Beragamnya suku bangsa yang ada di Indonesia ini tidak menutup kemungkinan terjadinya kesalahpahaman antar sukubangsa. Apalagi kalau masing-masing suku bangsa tetap berpegang teguh pada kebudayaannya. Perbedaan inilah yang akhirnya akan dapat menimbulkan konflik antar sukubangsa. Konflik terjadi disebabkan oleh perbedaan-perbedaan nilai dan norma yang dimiliki oleh masing-masing suku bangsa, serta perasaan tidak puas yang ditujukan kepada suku bangsa lain yang dapat menguasai sumber daya ekonomi dan politik dan latar belakang sejarah daerah setempat. Konflik antar sukubangsa ini antara lain dimungkinkan karena adanya perbedaan persepsi dan perilaku yaitu dalam bentuk stereotip dan prasangka. Stereotip dan prasangka yang terjadi di antara pelaku-pelaku komunikasi tampaknya dapat mengganggu saling pemahaman antar budaya. Mengingat bahwa stereotip dan prasangka bukanlah merupakan sesuatu yang muncul secara alamiah, melainkan dipelajari, baik dari orang-orang dengan siapa interaksi sering dilakukan, maupun dari pengalaman pribadi juga dari media massa.

Indonesia Society consists of various nationalities (ethnic), so called pluralistic society. The diversity of ethnic groups in Indonesia is not ruled out any misunderstanding between tribes. Moreover, if each of the tribes still cling to their culture. The difference is what will ultimately could lead to conflict between ethnic groups. Conflicts occur due to differences in values and norms that are owned by their respective tribes, as well as feelings of dissatisfaction are addressed to other tribes to take control of economic resources and political and historical background of the local area. Conflict between ethnic groups, among others, made possible because of differences in the perception and behavior in the form of stereotypes and prejudices. Stereotypes and prejudice that occurred between the actors seems to disrupt communication mutual understanding between cultures. Given that stereotypes and prejudice are not is something that comes naturally, but learned, both from the people with whom the interaction is often done, as well as from personal experience as well as from the media.

Key words: inter-ethnic conflict, stereotyping and prejudice dimension

ISSN 1693-9506 | volume X, no.1, Januari-Juni 2011