Representasi Kecantikan pada Iklan Produk Kosmetika di Majalah Cita Cinta

Abstrak :

Menjadi cantik merupakan dambaan setiap perempuan. Saat ini kriteria kecantikan seorang perempuan telah mengalami banyak perubahan, walaupun pada hakekatnya sama. Berkulit ‘putih’ dan bersih, berambut hitam dan panjang, bertubuh tinggi dan ramping, berhidung mancung, gigi putih dan tersusun rapi merupakan gambaran perempuan cantik. Sayangnya tidak semua perempuan terlahir cantik. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para produsen untuk menawarkan produk kecantikan yang ‘dianggap’ bisa mengubah kondisi dari kurang cantik menjadi cantik. Melalui media massa, para pengiklan menawarkan berbagai produk kecantikan. Ironisnya, menurut para feminis, media massa merupakan cermin dari kepentingan, kehendak dan hasrat masyarakat patriarki yang ditopang oleh sistem ekonomi kapitalis. Media telah dimanfaatkan oleh para pengiklan untuk menyebarkan ideologi kapitalis mereka. Sadar atau tidak, ideologi ini meresap perlahan ke dalam benak konsumen. Alhasil bila hanya melihat iklannya saja tanpa mempertimbangkan mutu produk yang ditawarkan, mereka cenderung akan menjadi korban iklan. Media dengan latar belakang masyarakat patriarki tentu akan merefleksikan sikap-sikap diskrimininasi, stereotipe, pelabelan negatif dan berbagai bentuk subordinasi lainnya pada perempuan baik dalam pemberitaan, hiburan, maupun pariwara mereka. Apa yang ditampilkan para produsen produk kecantikan melalui iklannya merupakan representasi dari ideologi mereka.

Every woman wants to be beautiful. Today the criteria of being beautiful changes, even it is almost the same as the old.. Unfortunately not all women are born beautiful. This situation makes the producers of cosmetics offer their products, they persuade the women to use them to beautify. The producers advertise their products in the mass media. Ironically, the feminists believe that the mass media is the mirror of the capitalists’ interest and patriarchy society. The media is used to inform their capitalist ideology. It makes the consumers become the advertising victims if they don’t consider the quality. The patriarchy media must reflect discrimination, stereotype, negative labeling, and other subordination of women. The cosmetics producers do not only advertise their products but their ideology as well.

ISSN 1693-9506 | volume IX, no.2, Juli-Desember 2010

AttachmentSize
Widyatusti -- Representasi Kecantikan pada Iklan Produk Kosmetika di Majalah Cita Cinta.pdf625.08 KB