Infotainment di Industri Televisi Indonesia: Studi tentang Etika Jurnalistik

Abstrak :

Program infotainment merupakan salah satu program andalan di industri televisi Indonesia. Infotainment banyak mendatangkan keuntungan bagi pengelola media massa. Namun demikian, ditinjau dari perspektif etika jurnalistik, program infotainment banyak melanggar Kode Etik Jurnalistik serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Pelanggaran yang dilakukan antara lain: program infotainment cenderung menyajikan informasi yang tidak dibutuhkan masyarakat, tidak berimbang, dan mencampuradukkan fakta dan opini pekerja infotainment. Selain itu, pekerja infotainment sering tidak melakukan wawancara atau klarifikasi dengan selebritas, tidak menghormati privasi selebritas, dan tidak mempertimbangkan pengalaman traumatik selebritas atau keluarga mereka. Narasi infotainment sering menghakimi dan berkonotasi negatif, cenderung menyudutkan, menyimpulkan, sensasional, dan meremehkan kelompok tertentu. Visualisasi program infotainment cenderung sensasional dan vulgar. Seharusnya, program infotainment menaati Kode Etik Jurnalistik dan P3SPS. Industri televisi harus punya tanggung jawab sosial agar program infotainment tidak berdampak buruk pada masyarakat.
 

Infotainment is one of the leading programs in television industries in Indonesia. It gives much benefit to mass media. However, from journalism ethic perspective it violates the Code of Ethics of Journalism, and Code of Conduct of Broadcasting Program Standard in many ways. Some of the violations are : unnecessary and unbalanced information presentation to the public, fact and opinion mixing, etc. Besides infotainment practitioners often ignore traumatic experience of celebrities or their families. Infotainment narrations often have negative connotations and tend to be cornering, sensational, and vulgar. Infotainment should obey the Code of Ethics of Journalism and the Code of Conduct of Broadcasting and Broadcasting Program Standard. Television industries have the responsibility to refrain from giving a bad impact to the public.
 

ISSN 1693-9506 | volume IX, no.2, Juli-Desember 2010