Faktor Budaya Konflik terhadap Perilaku Perempuan Sebagai Konsumen di Maluku

Abstrak :

Perilaku konsumen perempuan di wilayah konflik memiliki ciri khusus. Ciri yang ditemukan dalam penelitian adalah : peranan, bentuk komunikasi, dan model pembelian. Ciri khusus ini merupakan dampak budaya heka-leka di Ambon dalam menyelesaikan masalah sosial di masyarakat. Budaya tersebut membentuk peranan perempuan dalam pembelian senjata untuk penyelesaian konflik sosial tersebut. Peranan perempuan menjadi penyandang dana, melakukan komunikasi word of mouth dalam rangka mencari informasi sementara pembelian dilakukan oleh para lelaki. Budaya heka-leka semestinya dapat diartikan dalam arti yang lebih positif untuk pembaharuan bukan dalam arti terbatas untuk penyelesaian konflik secara fisik. Pembaharuan wawasan, pembaharuan ikatan sosial antarkelompok dan bahkan antaragama, akan lebih bermakna bagi kehidupan masyarakat Ambon. Pendidikan akan sangat berperan dalam memperluas makna heka-leka menjadi makna yang konstruktif untuk membawa masyarakat Ambon ke arah kesejahteraan yang lebih baik.
 

Women in conflict area have specific personality characteristics associated with consumer behavior. Those characteristics found in the research are: role, forms of communication and buying model. Those specific personality characteristics are affected by the “heka-leka” culture in Ambon in resolving the conflict. This culture shaped the role of the women in buying weapons to solve the social conflict. The women play as financier, communicate through word of mouth to search some information while the men act as buyers. The “heka-leka” culture should have been understand more positively as a reformation, instead of using violence to resolve conflict. There are many things that urgently need to be reformed such as knowledge, and social bonds between local cultural groups or even between religions. Through education, the “heka-leka” culture will have more constructive meaning to lead the people of Ambon to a better life.
 

ISSN 1693-9506 | volume IX, no.2, Juli-Desember 2010