Kumpulan Artikel Rektor

  • Kelulusan & Tingkat Pengangguran

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Sebanyak 165 mahasiswa lulus sarjana dalam ujian sidang skripsi yang diselenggarakan sejak tanggal 7-12 Februari 2011. Pimpinan dan seluruh civitas akademika IISIP Jakarta mengucapkan selamat bagi mahasiswa/i yang sudah dinyatakan lulus dalam ujian sidang skripsi. Kami bangga bisa mendidik mahasiswa/i kami menjadi manusia yang akan mengabdi untuk bangsa dan negaranya. Kelulusan sidang skripsi ini nantinya akan disusul dengan wisuda yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2011 ini.

    Ingatlah, wisuda hanyalah merupakan permulaan dari lembaran kehidupan yang baru untuk menjadi seorang yang lebih dewasa dan mandiri. Setelah kelulusan, tentunya seorang mahasiswa senang sekaligus bangga, tapi di sisi lain rata-rata mahasiswa bingung ke mana harus mencari kerja, bayangan pengangguran intelektual di depan mata.Sementara orang tua sudah mengeluarkan biaya pendidikan semampu mereka. Tentuanya orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang bekerja dan mapan, jangan sampai menjadi pengangguran terdidik.

  • Korupsi adalah Kejahatan !

     

    Kasus dugaan korupsi pengadaan simulator mengemudi di Korps Lalu Lintas POLRItelah menyita banyak perhatian publik. Media memainkan perannya dengan mengekspos  polemik  (KPK vsPolri). Lewat mediamasyarakat memahami pertikaian itu.

    Presiden Susilo Bambang Yudoyono, tegas memerintahkan POLRIuntuk menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus hukum dugaan korupsi di KorpsLalu Lintas Polri tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, seperti yang diberitakan Kompas, 9 Oktober 2012. Keputusan presiden diapresiasi oleh hampir seluruh kalangan masyarakat. Mereka memuji sikap tegas presiden.  Inilah, bentuk komitmen pemerintah terhadap pemberantas korupsi.

    Kesungguhan tersebut, sebelumnya pernah juga disampaikan Presiden Republik Indonesia kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melaksanakan aksi pengembangan pendidikan anti korupsi pada perguruan tinggi  yang dinyatakan lewat instruksi Presiden RI Nomor 17 tahun 2011, tentang tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi tahun 2012.

  • Selamat Datang, Mahasiswa Baru Angkatan 2012

    Ucapan “Selamat Datang”, menjadi pilihan yang tepat menyambut kehadiran Saudara yang baru bergabung dalam masyarakat akademik IISIP Jakarta. Saat ini Saudara telah menjadi bagian Keluarga Besar IISIP Jakarta.

    Dunia kampus, adalah miniatur kecil dari suatu peradaban yang terus berkembang. Perkembangan ini sejalan dengan pertumbuhan masyarakatnya yang semakin majemuk, ditandai dengan adanya perbedaan sudut pandang antarindividu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok, yang akan terlihat indah seperti pelangi, bila kita saling menghargai satu dengan lainnya dalam koridor hukum yang berlaku.

  • Ayo Bekerja...

    Selamat buat Sarjana dan Magister Baru

    Sarjana dan magister baru telah diwisuda pada Minggu, 25 Maret 2012. Pencapaian yang hanya dapat diraih dengan kesungguhan dan semangat yang tinggi. Wisudawan/wisudawati, orang tua, sanak keluarga dan handaitaulan semua gembira. Saatnya bersiap diri menghadapi kehidupan di masyarakat. Masyarakat menunggu para sarjana dan magister bergiat menyelesaikan masalah-masalah sosial.

    Sampai bulan Agustus 2010, jumlah pengangguran masih sangat banyak: 8,32 juta orang dengan proporsi terbesar sarjana dan ahli madya/lulusan D3 (sumber Detik Finance, 2011). Badan Pusat Statistik (BPS, 2011) menguraikan, jumlah lulusan sarjana dan diploma yang menganggur masing-masing berjumlah 11,92% dan 12,78%.

    Tingginya angka pengangguran ini yang menjadi masalah nasional. Kesemua itu merupakan masalah yang juga harus diselesaikan oleh pemerintah, industri dan angkatan kerja, termasuk lulusan baru sarjana dan magister. Bekal ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah menjadi modal dasar. Sekarang waktunya menerapkan teori, pengetahuan dan ketrampilan melalui kerja nyata. Ayo bekerja!

  • Sambutan Rektor Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta Pada Upacara Bendera Memperingati Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Rapublik Indonesia Tanggal 17 Agustus 2011

    Bapak, Ibu, Saudara, serta anak-anakku mahasiswa IISIP Jakarta yang kami cintai,

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Hari ini, tanggal 17 Agustus 2011, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan yang diproklamirkan oleh Soekarno dan Hatta. Kemerdekaan yang telah dicapai dengan pengorbanan darah dan nyawa para pahlawan, harus kita isi untuk menjaga keutuhannya dengan membangun negara kita menjadi negara yang bermartabat. Dengan proklamasi kemerdekaan, kita bertekad untuk menjadi bangsa yang berdaulat, bangsa yang mempunyai harga diri, bangsa yang memerangi kebodohan dan kemiskinan, bangsa yang dapat mencapai masa depan yang lebih baik, dengan tetap  bernaung di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang – undang Dasar Tahun 1945.

    Saudara-saudara,

  • Selamat Jalan Tokoh Pers Indonesia

     

    Sekali lagi kabar duka datang, beberapa hari lalu, setelah tokoh pers H. Drs. AM. Hoeta Soehoet meninggal pada Rabu, 23 Februari 2011 pukul 03.47 WIB lalu. Penulis dan wartawan senior, H. Rosihan Anwar (89), meninggal dunia 14 April 2011. Jika melihat kembali ke sejarah masa lalu, AM. Hoeta Soehoet dan Rosihan Anwar banyak menorehkan sejarah di dalam dunia jurnalistik.

  • Perempuan Ke Senayan

    Keberhasilan perjuangan, khususnya para pendekar wanita (per-empu-an), perlu diacungi jempol. Bertahun-tahun keterwakilan perempuan dalam pengambil keputusan negara, di Indonesia , belum dapat terwujud. Keterwakilan pada tingkat pengambilan keputusan strategis menjadi sangat penting, karena berbagai masalah khusus perempuan dapat lebih dipahami oleh perempuan. Banyak hal mengenai perempuan yang hanya dapat dirasakan oleh perempuan, karena kekhasan anatomi tubuh berkaitan. Problema menyusui bagi perempuan bekerja, perlu disiasati oleh wanita selepas cuti melahirkan. Kesehatan organ reproduksi, kematian sewaktu melahirkan merupakan masalah yang sangat memprihatinkan. Pengelolaan bantuan pasca bencana alam harus pula memperhatikan kebutuhan khas wanita. Beberapa orang teman di Banda Aceh menceritakan betapa sengsara para perempuan yang sedang mengalami haid, sewaktu musibah tsunami menimpa, karena pembalut wanita bukan merupakan barang bantuan yang awal dikirimkan.

    Di atas adalah sedikit contoh problema perempuan yang semestinya mendapat perhatian serius, namun masih dapat dikatakan terabaikan. Masalah-masalah ini seyogyanya akan lebih dapat diurus bila perempuan ikut serta mengambil keputusan strategis.

  • Selamat Datang dan Selamat Bergabung Mahasiswa Baru IISIP Jakarta 2011/2012

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

     

    Selamat datang dan selamat bergabung mahasiswa baru IISIP Jakarta 2011/2012!

     

    Masih dalam suasana silaturahim, pimpinan, dosen, dan seluruh keluarga besar IISIP Jakarta mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1432 H. Semoga Idul Fitri tahun ini memberi semangat bagi Saudara. Yakini bahwa, pada Idul Fitri tahun ini, kitatidak hanya kembali menjadi sosok manusia yang fitrah,tetapi memiliki semangat dalam meraih ilmu dan cita-cita.Amin. Selamat atas kelulusan dan prestasi yang Saudara raih di sekolah. Saudara pasti  belum puas dengan prestasi yang sudah  dicapai dan tentu Saudara akan terus mengejar prestasi yang lebih tinggi. Semoga Kampus Tercinta menjadi tempat yang tepat dalam membangun kompetensi Saudara.

     

  • Kepemimpinan Transformasional dan Customer Value

    Pendahuluan

    Produk yang bermutu adalah produk yang memberikan value kepada konsumen sehingga konsumen akan tetap setia mengonsumsi produk tersebut. Produk yang membawa value dipersepsikan oleh konsumennya sebagai produk yang memberi manfaat sebanding atau lebih besar dibandingkan dengan pengorbanan yang diberikan untuk memperoleh produk tersebut.

  • Tantangan Kepemimpinan Dalam Perspektif Perguruan Tinggi Di Indonesia

    Dalam perencanaan jangka panjang pendidikan tinggi di Indonesia yang tertuang dalam strategi jangka panjang pendidikan tinggi (Higher Education Long Term Strategy /HELTS) 2003-2010, pemerintah telah mengubah peran Ditjen Dikti dari regulator dan eksekutor menjadi pemberdaya ( empower ), fasilitator dan motivator. Perubahan dimulai dengan mengganti Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang (KPPT JP) 1996-2005, yang belum berakhir, dengan HELTS 2003-2010, karena perubahan paradigma pengelolaan negara yang semula sentralisasi menjadi desentralisasi dan juga sebagai tindakan penyelamatan pendidikan nasional akibat resesi. Selain itu, faktor penting lain yang menentukan perubahan tersebut adalah kesiapan bangsa Indonesia dalam berkompetisi dengan Perguruan Tinggi Asing (PTA), sebagai konsekwensi ikut serta dalam kesepakatan-kesepakatan perdagangan bebas. Batas akhir perdagangan bebas ASEAN adalah tahun 2010. Depdiknas kemudian bergegas untuk menyiapkan Perguruan Tinggi agar dapat bertahan dan berkompetisi dengan PTA yang akan masuk ke Indonesia.